- Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh militer AS pada 3 Januari 2025, pasca serangan udara presisi yang dipimpin Donald Trump.
- Penangkapan didasarkan pada dakwaan Departemen Kehakiman AS mengenai keterlibatan Maduro dalam jaringan penyelundupan narkotika internasional sejak 2020.
- Operasi tersebut didukung blokade laut oleh 15.000 personel AS dan memicu reaksi global, termasuk kecaman tegas dari China.
Suara.com - Dunia internasional diguncang oleh aksi militer spektakuler yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) di jantung Amerika Latin. Dalam sebuah operasi kilat yang tak terduga, Presiden Venezuela Nicolas Maduro berhasil ditangkap dan dibawa keluar dari negaranya pada 3 Januari 2025.
Ketegangan yang mendidih sejak akhir 2025 mencapai titik didihnya saat fajar menyingsing di Caracas.
Di bawah komando Donald Trump, militer AS meluncurkan serangan udara presisi yang tidak hanya menghantam ibu kota, tetapi juga melumpuhkan titik-titik strategis di Negara Bagian Miranda, La Guaira, dan Aragua.
Melalui unggahan di media sosialnya, Donald Trump secara terang-terangan mengumumkan keberhasilan operasi tersebut.
“Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang telah ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar dari negara itu,” kata Trump.
Langkah agresif Washington ini seketika memicu gelombang reaksi global. Di balik layar penangkapan sang pemimpin sosialis tersebut, terungkap sederet fakta mencengangkan yang menyertai operasi pengejaran ini.
Berikut adalah 5 fakta kunci di balik jatuhnya Nicolas Maduro ke tangan Amerika Serikat:
1. Operasi Udara Strategis: 30 Menit yang Menentukan
Penangkapan Maduro bukanlah hasil negosiasi, melainkan operasi tempur murni.
Baca Juga: Berhasil Tumbangkan Nicolas Maduro, Donald Trump Ambil Alih Minyak Venezuela
Pasukan khusus AS bergerak setelah serangan udara masif menghancurkan pusat-pusat komando utama Venezuela.
Hanya dalam waktu sekitar 30 menit, tim elit AS berhasil mengamankan Maduro beserta istrinya dari lokasi persembunyian mereka sebelum pihak lawan sempat mengorganisir perlawanan.
2. Jerat Hukum Narkoterorisme Internasional
Bukan tanpa alasan AS melakukan tindakan ekstrem ini. Landasan hukum operasi ini berpijak pada dakwaan Departemen Kehakiman AS tahun 2020. Maduro dituding sebagai otak di balik "Cartel de los Soles", sebuah jaringan yang diduga menyelundupkan ribuan ton kokain ke Amerika Serikat dengan bantuan gerilya Kolombia.
Bagi Washington, rezim Maduro adalah ancaman keamanan nasional yang sengaja "membanjiri" AS dengan narkotika.
3. Pengepungan Total dari Laut Karibia
Berita Terkait
-
Krisis Venezuela-Amerika Serikat dan Persimpangan Kebijakan FIFA Imbas Ulah sang Anak Emas
-
AS 'Kuasai' Minyak Venezuela, Ogah Berbagi dengan China, Iran dan Rusia
-
Runtuhnya Rezim Maduro dan Babak Baru Kendali Amerika Serikat di Venezuela
-
Berhasil Tumbangkan Nicolas Maduro, Donald Trump Ambil Alih Minyak Venezuela
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
-
Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan
-
1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak
-
DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu
-
Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT
-
Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang
-
Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?