- IMAJA mendesak Bareskrim Polri memproses Pandji Pragiwaksono atas dugaan ujaran SARA pada aksi di Mabes Polri, Senin (5/1).
- Desakan muncul karena Pandji diduga menghina upacara adat Rambu Solo pada acara stand up comedy tahun 2013.
- IMAJA meminta proses hukum pidana berlanjut, tidak cukup hanya dengan permintaan maaf dari Pandji Pragiwaksono.
Suara.com - Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Toraja (IMAJA) mendesak Bareskrim Polri untuk segera memproses kasus dugaan penghinaan dan ujaran SARA yang diduga dilakukan komedian Pandji Pragiwaksono.
Desakan tersebut disampaikan dalam aksi yang digelar di Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/1). Koordinator Aksi IMAJA, Muldiansah, menilai pernyataan Pandji dalam sebuah acara stand up comedy pada tahun 2013 telah melecehkan dan merendahkan martabat masyarakat Toraja.
Menurut Muldiansah, ucapan Pandji yang menyinggung upacara adat pemakaman Rambu Solo dinilai merendahkan nilai-nilai luhur budaya dan tradisi masyarakat Toraja yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Pernyataan tersebut sama saja telah menghina adat istiadat daerah yang lahir dalam rahim Negara Indonesia. Bahkan persoalan semacam ini berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa,” ujar Muldiansah di hadapan peserta aksi.
Ia menyebutkan, sejumlah kelompok adat Toraja juga telah menyatakan kecaman dan mendorong agar Pandji dikenakan sanksi denda sesuai aturan adat yang berlaku atas dugaan penghinaan tersebut.
IMAJA pun meminta aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada permintaan maaf semata. Menurut mereka, proses hukum pidana harus tetap berjalan demi penegakan hukum dan keadilan bagi masyarakat adat Toraja.
“Meminta Bareskrim Polri memberikan perintah kepada Polda Sulawesi Selatan untuk mengusut dugaan penghinaan yang dilakukan oleh Pandji terhadap adat budaya masyarakat Toraja,” tegasnya.
Muldiansah menambahkan, langkah hukum ini penting agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari. “Minta maaf boleh, tetapi proses hukum pidana Pandji Pragiwaksono wajib tetap berlanjut. Tegakkan hukum terhadap pihak yang berpotensi memecah belah bangsa,” pungkasnya.
Baca Juga: Raffi Ahmad Kembali Terseret Rumor Pencucian Uang, Merry Ahmad: Aku Saksi Hidupnya
Berita Terkait
-
Raffi Ahmad Kembali Terseret Rumor Pencucian Uang, Merry Ahmad: Aku Saksi Hidupnya
-
Heboh Pernyataan Pandji Pragiwaksono soal Ahmad Dhani di Tengah Promosi Spesial Netflix 'Mens Rea'
-
Tim SAR Polri Evakuasi Ratusan Warga Korban Banjir Susulan di Padang Pariaman
-
Polri Bangun Raturan Sumur Bor di Sumatra: Sudah Berapa Titik yang Aktif?
-
Pandji Pragiwaksono Titip Pesan Penting untuk Presiden Prabowo
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
Pilihan
-
Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah, Pilihan Terbaik Mulai 1 Jutaan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
Terkini
-
Densus 88: 70 Anak Terjerat Grup 'True Crime', Berawal dari Bullying dan Broken Home
-
Palu Hakim Diketuk, Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Sah Bercerai
-
Jadi Magnet Liburan, Puluhan Ribu Pengunjung Serbu Planetarium TIM Selama Libur Nataru
-
Tiket Domestik Mahal, Relawan Nakes ke Lokasi Bencana di Sumatra Lewat Malaysia
-
Densus 88 Antiteror Polri Sebut Remaja Jakarta Paling Banyak Terpapar Paham Radikal
-
Awas Macet! Simak Detail Rekayasa Lalu Lintas MRT Jakarta di Harmoni-Mangga Besar Selama 8 Bulan
-
Prabowo: Saya Dituduh Mau Jadi Diktator
-
Dasco Minta Elite Stop Gaduh Pilkada Lewat DPRD, Fokus Dulu Tangani Bencana Sumatera
-
Hampir Setahun Beroperasi, Love Scamming di Jogja Ditaksir Raup Puluhan Miliar Tiap Bulan
-
Teriakan di Gang 10: Teka-teki Keracunan Satu Keluarga di Warakas, Bunuh Diri atau Pembunuhan?