- Prabowo bantah tudingan program MBG untuk kepentingan politik Pemilu 2029.
- Ia sebut program ini didasari rasa iba pada anak kurang gizi.
- Program MBG diklaim telah jangkau 55 juta penerima manfaat dalam setahun.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menepis tudingan bahwa program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang ia gagas bertujuan untuk memuluskan jalannya pada Pemilu 2029.
Ia menegaskan, program tersebut murni didasari oleh rasa keprihatinan terhadap kondisi anak-anak Indonesia yang masih kekurangan gizi.
"Ada yang nuduh, Prabowo bikin MBG ini supaya nanti 2029 dia dipilih kembali. Selalu berpikir negatif," kata Prabowo dalam pidatonya di Perayaan Natal Nasional di Tennis Indoor Senayan, Senin (5/1/2026).
Menurut Presiden, urusan terpilih atau tidak di masa depan adalah kehendak Tuhan.
"Kalau Tuhan mengizinkan, ya terjadi. Kalau Tuhan tidak mengizinkan, saya buat apa saja tidak akan terjadi, benar tidak?" ujarnya.
Sambil berkelakar, ia menyinggung riwayatnya di pemilu.
“Empat kali ikut pemilu, tiga kali kalah. Soalnya waktu itu Pak Luhut nggak dukung saya sih,” candanya.
Alasan Utama di Balik Program MBG
Prabowo kemudian menjelaskan alasan sesungguhnya di balik program MBG. Ia mengaku telah mempelajari program serupa di negara lain sebelum mencanangkannya.
Baca Juga: Prabowo: Kritik Itu Bagus, tapi Fitnah dan Kebohongan Bisa Merusak Bangsa
“Saya hanya didorong oleh tidak sampai hati saya melihat anak-anak Indonesia kurang gizi. Untuk mereka yang kaya, ini tidak penting, tapi untuk anak-anak di banyak daerah, makan bergizi itu sangat-sangat penting,” tegasnya.
Ia juga berbagi pengalamannya saat berkeliling daerah, di mana ia sering mendengar ucapan terima kasih sekaligus permintaan agar program MBG segera sampai ke wilayah mereka.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo memaparkan capaian program MBG yang telah berjalan selama satu tahun. Menurut laporan terbaru Badan Gizi Nasional (BGN), program ini telah menjangkau 55 juta penerima manfaat.
"Hari ini sudah 55 juta penerima manfaat. Itu sama dengan memberi makan delapan kali populasi Singapura setiap hari," kata Prabowo.
Ia membandingkan capaian ini dengan Brasil, yang menurutnya membutuhkan waktu 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima.
"Presiden Brasil menyampaikan ke saya, mereka mencapai 40 juta dalam 11 tahun, kita 55 juta dalam satu tahun," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina