- Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela, kemudian Presiden Trump mengancam serangan militer terhadap Kuba.
- Setelah Venezuela, empat negara diprediksi menjadi sasaran AS selanjutnya yaitu Kuba, Kolombia, Greenland, dan Denmark.
- Trump menuduh Presiden Kolombia terlibat narkotika, sementara Greenland dianggap strategis karena kapal Rusia dan China.
Suara.com - Eskalasi geopolitik global mencapai titik didih setelah Amerika Serikat secara dramatis melakukan penangkapan terhadap Presiden Venezuela.
Tak butuh waktu lama bagi Washington untuk menunjukkan taringnya kembali. Presiden Donald Trump secara terang-terangan melontarkan ancaman serangan militer terhadap Kuba, memicu kekhawatiran akan pecahnya perang terbuka di kawasan Karibia.
Ancaman ini bukan sekadar gertakan. Menyusul jatuhnya kepemimpinan di Caracas (Ibu Kota Venezuela) , Trump menegaskan bahwa Havana (Ibu Kota Kuba) kini berada dalam bidikan langsung jika tidak segera melakukan perubahan politik total.
Namun, Kuba ternyata bukan satu-satunya. Berdasarkan analisis terkini dan laporan media nasional dan internasional, terdapat empat negara yang diprediksi akan menjadi sasaran "pembersihan" pengaruh oleh Amerika Serikat selanjutnya.
Berikut adalah 4 negara yang kemungkinan akan menjadi sasaran AS selanjutnya setelah Venezuela:
1. Kuba
Mengutip laporan Suara.com (04/01/2026), Presiden Donald Trump telah memberikan ultimatum keras kepada Kuba pasca-penangkapan Presiden Venezuela.
Menurut Trump, rakyat Kuba telah menderita bertahun-tahun dan berniat membantu rakyat Kuba. Baik yang masih berada di Kuba maupun ekspatriat Kuba yang ada di Florida.
Hubungan erat Havana dan Caracas selama ini menjadikan Kuba sebagai target logis berikutnya.
Baca Juga: 7 Fakta Minyak Venezuela: Harta Karun yang Bikin AS Rela Kirim Pasukan Delta Force
Trump mengatakan bahwa Kuba akan menjadi sesuatu yang akan terus mereka bicarakan, ia menganggap Kuba adalah negara yang gagal dan ingin ia bantu.
Marco Rubio politisi keturunan Kuba-Amerika yang menjadi Menteri Luar Negeri AS ini memperingatkan untuk tidak main-main dengan Presiden AS ini karena hasilnya yang tidak akan baik.
2. Kolombia
Selain Kuba, Donald Trump juga menyinggung Presiden Kolombia Gustavo Petro.
Ia menuduh Presiden Kolombia terlibat dalam sindikat narkotika internasional dan memiliki fasilitas produksi narkoba dalam skala yang besar.
Trump menuduh Petro bukan yang pertama kali, tetapi sepanjang tahun lalu sebelum serangan dan penangkapan Venezuela terjadi.
3. Greenland
Dikutip dari Associated Press, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat membutuhkan Greenland untuk kepentingan keamanan nasionalnya.
Greenland adalah sebuah wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark. Negaranya terletak di antara Samudra Pasifik dan Atlantik.
Trump mengakui bahwa Greenland saat ini adalah wilayah strategis yang di mana kapal-kapal Rusia dan China tersebar.
“It’s so strategic right now. Greenland is covered with Russian and Chinese ships all over the place,” ucap Trump.
4. Denmark
Pernyataan Donald Trump terhadap Greenland, secara tidak langsung menghadirkan kegelisahan bagi Denmark.
Denmark yang memiliki kedaulatan atas Greenland meminta agar Amerika Serikat berhenti mengancam negara lain.
Ketegangan meningkat karena Trump yang menyinggung Denmark terkait upayanya memperkuat pertahanan di Greenland.
Hal tersebut semakin memanas karena salah satu unggahan pejabat Trump, Katie Miller yang membagikan peta Greenland dengan warna bendera AS.
Ia juga memberikan keterangan “SEGERA” yang semakin memicu kegelisahan bagi Denmark. (Dinda Pramesti K)
Berita Terkait
-
Purbaya Pede IHSG dan Rupiah Aman di Tengah Konflik AS-Venezuela
-
Konflik AS-Venezuela, Purbaya: Hukum Dunia Aneh, PBB Lemah Sekarang
-
Harga Minyak Dunia Justru Melorot di Tengah Panasnya Penangkapan Presiden Maduro
-
7 Fakta Minyak Venezuela: Harta Karun yang Bikin AS Rela Kirim Pasukan Delta Force
-
Minyak di Balik Serangan AS ke Venezuela, Mengapa China Paling Rugi?
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Kapolri Buka Suara soal Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar oleh Anggota Brimob di Maluku Tenggara
-
Tragedi Gajah Riau: Tiada Tahun Tanpa Kematian, Gading Hilang dan Kepala Dipotong Pemburu
-
Ketua Komisi III DPR Pastikan Kawal Kasus Kematian Anak 12 Tahun usai Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi
-
Waspada! WNA Australia Positif Campak Usai dari Bandung, Kemenkes Perketat Surveilans
-
Teror Berantai Ketua BEM UGM 2026: Kritik Kebijakan, Fitnah AI, hingga Ancaman ke Keluarga
-
Wakil Ketua Komisi VI Adisatrya Sulisto Soroti Kebijakan Impor Mobil Operasional KDKMP dari India
-
Tragedi Filisida Sukabumi: Bocah 12 Tahun Tewas di Tangan Ibu Tiri, Ini Penjelasan KPAI
-
BGN Tegaskan Tak Ada Pembagian MBG Saat Sahur, Ini Jadwalnya Selama Ramadan
-
Testimoni Wali Murid: Sekolah Rakyat Bawa Perubahan Nyata bagi Anak
-
Sinergi Kemensos dan Komisi VIII DPR Tingkatkan Layanan Korban Perdagangan Manusia