- Menkeu Purbaya yakin ekonomi Indonesia aman meskipun ada konflik penangkapan Presiden Venezuela oleh AS.
- IHSG dan nilai tukar Rupiah menunjukkan pergerakan positif, bertentangan dengan antisipasi dampak konflik tersebut.
- Amerika Serikat mengambil alih industri minyak Venezuela setelah penangkapan Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri kalau kondisi ekonomi Indonesia tetap aman di tengah konflik Amerika Serikat dan Venezuela.
Menkeu Purbaya sempat heran karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru bergerak positif ketika Presiden AS Donald Trump menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
"Kalau Anda lihat pasar saham kan malah naik kan? Jadi mereka melihat justru sedikit positif kan? Agak aneh sebetulnya. Tapi itu yang dilihat pasar," kata Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/1/2025).
Selain itu, Purbaya juga menilai kalau pergerakan nilai tukar Rupiah juga bakal menguat di tengah konflik AS-Venezuela.
"Harusnya positif," lanjut dia.
Bendahara Negara juga menilai kalau saat ini Venezuela tidak terlalu aktif di pasar minyak dunia. Ia menyebut kalau kapasitas produksi negara itu masih terbatas.
"Harga minyak kan? kalau mungkin di short run mungkin akan turun suplainya. Tapi kan Amerika sudah izinkan drilling di Alaska. Jadi enggak pengaruh ke suplai, dan ke depan kalau memang dijalankan peningkatan produksinya ya akan bagus juga untuk harga minyak, suplai minyak dunia," beber dia.
Lebih lagi secara geografis, Venezuela letaknya agak jauh dari Indonesia. Purbaya menyebut kalau RI mesti terus memelihara kekuatan dalam negeri.
"Itu kan jauh dari negara kita. Anda maunya apa? Jadi gini, artinya kita mesti selalu memelihara kekuatan kita. Itu saja," jelasnya.
Baca Juga: Konflik AS-Venezuela, Purbaya: Hukum Dunia Aneh, PBB Lemah Sekarang
Sebagai informasi, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap dalam operasi militer dibawah kendali Presiden AS Donald Trump. Nicolas Maduro ditangkap di negaranya pada 3 Januari 2026, dan dibawa ke Amerika Serikat.
Nicolas Maduro dituduh sebagai otak di balik "Cartel de los Soles", sebuah jaringan yang diduga menyelundupkan ribuan ton kokain ke Amerika Serikat dengan bantuan gerilya Kolombi. Hal itu berdasarkan dakwaan Departemen Kehakiman AS tahun 2020.
Selain melakukan penangkapan, militer AS juga meluncurkan serangan udara presisi yang tidak hanya menghantam ibu kota, tetapi juga melumpuhkan titik-titik strategis di Negara Bagian Miranda, La Guaira, dan Aragua.
Usai melakukan penangkapan Trump mengumumkan akan mengambil alih seluruh industri minyak di Venezuela dengan mengirimkan perusahaan-perusahaan raksasa dari negaranya.
"Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara ini," kata Trump.
Tag
Berita Terkait
-
Konflik AS-Venezuela, Purbaya: Hukum Dunia Aneh, PBB Lemah Sekarang
-
Harga Minyak Dunia Justru Melorot di Tengah Panasnya Penangkapan Presiden Maduro
-
7 Fakta Minyak Venezuela: Harta Karun yang Bikin AS Rela Kirim Pasukan Delta Force
-
Kurs Dolar AS Makin Tinggi, Cek Nilainya di Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA
-
Rupiah Terus Merosot ke Level Rp16.740 terhadap Dolar Amerika Serikat
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
Terkini
-
Pemerintah Sebut Kesepakatan RIAS Tetap Jalan Meski Ada Putusan Supreme Court
-
Sosok Pemilik Bening Luxury, Perusahaan Perhiasan Mewah Disegel Bea Cukai
-
Harga Emas Batangan Naik, di Pegadaian Bertambah Rp 60 Ribuan!
-
Presiden Prabowo Respon Perubahan Tarif Trump: RI Hormati Politik AS
-
Profil PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), Ini Pemilik Sahamnya
-
Kabar Terkini PNM Diambil Alih Negara, Danantara Jadi Penentu
-
Kapan Dividen BMRI Cair? Ini Bocorannya
-
Panduan Lengkap Penukaran Uang Baru di BRI, BCA dan BNI
-
Surat Penutupan Rekening Donald Trump oleh JPMorgan Terungkap!
-
Baru Sehari, Trump Naikkan Tarif Impor Semua Negara dari 10 Menjadi 15 Persen