- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengomentari penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Presiden AS Donald Trump.
- Purbaya menilai hukum dunia menjadi aneh karena AS menyerang negara berdaulat dan menganggap PBB saat ini lemah.
- Militer AS menangkap Maduro pada 3 Januari 2026, menuduhnya terlibat kartel narkoba, dan berencana ambil alih industri minyak Venezuela.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengomentari konflik yang memanas antara Amerika Serikat dan Venezuela, di mana Presiden AS Donald Trump telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Menkeu Purbaya menilai kalau saat ini hukum dunia aneh karena AS dibiarkan menyerang Venezuela. Padahal negara tersebut adalah negara yang berdaulat.
Ia juga mempertanyakan peran Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang justru diam dalam konflik AS-Venezuela. Bahkan Purbaya mengklaim PBB sekarang lemah.
"Hukum dunia agak aneh sekarang. Jadi kalau kita lihat, negara bisa nyerang negara lain yang berdaulat, dan seperti bisa gate away dari pengawasan PBB. PBB-nya lemah sekarang," kata Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Sebagai informasi, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap dalam operasi militer dibawah kendali Presiden AS Donald Trump. Nicolas Maduro ditangkap di negaranya pada 3 Januari 2026, dan dibawa ke Amerika Serikat.
Nicolas Maduro dituduh sebagai otak di balik "Cartel de los Soles", sebuah jaringan yang diduga menyelundupkan ribuan ton kokain ke Amerika Serikat dengan bantuan gerilya Kolombi. Hal itu berdasarkan dakwaan Departemen Kehakiman AS tahun 2020.
Selain melakukan penangkapan, militer AS juga meluncurkan serangan udara presisi yang tidak hanya menghantam ibu kota, tetapi juga melumpuhkan titik-titik strategis di Negara Bagian Miranda, La Guaira, dan Aragua.
Usai melakukan penangkapan Trump mengumumkan akan mengambil alih seluruh industri minyak di Venezuela dengan mengirimkan perusahaan-perusahaan raksasa dari negaranya.
"Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara ini," kata Trump.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Justru Melorot di Tengah Panasnya Penangkapan Presiden Maduro
Tag
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Justru Melorot di Tengah Panasnya Penangkapan Presiden Maduro
-
7 Fakta Minyak Venezuela: Harta Karun yang Bikin AS Rela Kirim Pasukan Delta Force
-
Kurs Dolar AS Makin Tinggi, Cek Nilainya di Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA
-
Minyak di Balik Serangan AS ke Venezuela, Mengapa China Paling Rugi?
-
Klaim Belum Berdampak, ESDM: Sumber Minyak RI Bukan dari Venezuela
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?
-
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung
-
OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026