- Satgas Galapana DPR RI mendesak percepatan pembangunan 15.000 Huntara di Aceh sebelum bulan Ramadan tiba.
- Penyelesaian akurat validasi data penerima manfaat dan sinkronisasi lokasi menjadi kunci utama percepatan pembangunan.
- BUMN berkomitmen membangun 15.000 unit hunian, yang realisasinya memerlukan kolaborasi erat lintas instansi terkait.
Namun, realisasi dari 15.000 unit ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan pemutakhiran data secara real-time yang melibatkan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) di tingkat provinsi dan kabupaten.
Lokasi pembangunan harus segera ditetapkan untuk memastikan alat berat dan material bangunan dapat dimobilisasi tanpa hambatan administratif atau sengketa lahan.
Satgas Galapana menekankan bahwa proses ini membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah kabupaten/kota, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), serta Pemerintah Provinsi Aceh.
Koordinasi yang intensif diharapkan dapat menyatukan data, mempercepat pengambilan keputusan, dan menghindari tumpang tindih di lapangan.
Kolaborasi Lintas Instansi dan Harapan Jelang Ramadan
Ketegasan Satgas Galapana ini bukan tanpa alasan. Pengalaman pemulihan bencana di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan bahwa keterlambatan sinkronisasi data seringkali membuat pembangunan fisik tertunda berbulan-bulan.
Di Aceh, tantangan cuaca dan aksesibilitas wilayah seringkali menjadi faktor tambahan yang mempersulit keadaan.
Oleh karena itu, TA Khalid mengingatkan bahwa beban tanggung jawab ini harus dipikul bersama.
Pemerintah daerah diharapkan lebih proaktif dalam menjemput bola, memastikan setiap warga yang berhak sudah terdata dengan jelas berdasarkan nama dan alamat.
Baca Juga: Aceh dan Bencana: Ketangguhan di Tanah Serambi Mekkah
“Jika data penghuni dan lahan sudah sinkron, pembangunan Huntara bisa langsung dipercepat. Ini kerja bersama, bukan tanggung jawab satu pihak saja,” tambahnya.
Satgas Galapana DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal proses ini dan berperan sebagai penghubung antarinstansi, sehingga pemulihan pascabencana di Aceh dapat berjalan lancar, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Peran DPR RI di sini adalah memastikan fungsi pengawasan berjalan maksimal agar komitmen BUMN benar-benar terwujud di lapangan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Melalui langkah ini, diharapkan masyarakat terdampak banjir dapat segera menempati Huntara yang layak dan aman, serta menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan bermartabat.
Keberadaan Huntara bukan sekadar tempat berteduh, melainkan simbol pemulihan martabat bagi warga Aceh yang telah berjuang menghadapi cobaan bencana alam.
Tag
Berita Terkait
-
Aceh dan Bencana: Ketangguhan di Tanah Serambi Mekkah
-
Mendagri Minta Praja IPDN Kerja Keras Bantu Pulihkan Layanan Publik Aceh Tamiang
-
Gegara Banjir, Inflasi Aceh, Sumut, Sumbar Meroket di Akhir Tahun
-
Merajut Kembali Hidup Pascabanjir Bandang di Sumatra
-
Menenun Nadi Aceh: Pemulihan Infrastruktur dan Harapan di Bumi Sumatera
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Kasus TPA Jatiwaringin: Mengapa Kebakaran TPA Terus Berulang, Apa Sebenarnya Akarnya?
-
Viral Perempuan Disabilitas Melahirkan, Polisi Buru Terduga Pelaku Rudapaksa di Jagakarsa
-
Ancam Hak Tanah dan Kriminalisasi Warga Adat, UU KSDAE Digugat ke MK!
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Melawan Vonis 10 Tahun, Nadiem Makarim Resmi Serahkan Memori Banding
-
Dilema Anak Muda RI: Tetap Ingin Menikah tapi Tercekik Beban Ekonomi dan Rumah Mahal
-
Kejagung Bongkar Akal-Akalan Ekspor Logam Tanah Jarang, Dua Pengiriman Diduga Sudah Lolos
-
Pantas Suka Joget, Prabowo Blak-blakan Ungkap Punya DNA India di Hadapan PM Modi: Ini Benar!
-
Wujudkan Tata Kelola yang Bersih dan Transparan, BPJS Kesehatan Bersinergi dengan KPK
-
Biaya Haji 2027 Naik Rp20 Juta, DPR Tolak Subsidi APBN: Bermasalah Secara Syariat!