- Satgas Galapana DPR RI mendesak percepatan pembangunan 15.000 Huntara di Aceh sebelum bulan Ramadan tiba.
- Penyelesaian akurat validasi data penerima manfaat dan sinkronisasi lokasi menjadi kunci utama percepatan pembangunan.
- BUMN berkomitmen membangun 15.000 unit hunian, yang realisasinya memerlukan kolaborasi erat lintas instansi terkait.
Suara.com - Persoalan kemanusiaan pascabencana banjir di Aceh kini memasuki fase krusial. Satuan Tugas atau Satgas Galapana DPR RI menegaskan pentingnya langkah cepat dalam pembangunan hunian sementara alias huntara.
Sebab, warga Aceh kini masih banyak yang bertahan di tenda-tenda darurat. Urgensi ini kian meningkat mengingat umat Muslim akan segera menyambut bulan suci Ramadan.
Kondisi lapangan menunjukkan bahwa warga terdampak masih menghadapi keterbatasan fasilitas di pengungsian.
Menanggapi hal tersebut, Satgas Galapana DPR RI bergerak cepat melakukan koordinasi lintas sektoral guna memangkas birokrasi yang menghambat distribusi bantuan infrastruktur.
Sinkronisasi Data Jadi Kunci Utama
Perwakilan Satgas Galapana DPR RI, TA Khalid, dalam keterangan resminya menyatakan prinsipnya seluruh instansi terkait, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, telah menyatakan kesiapan penuh.
Namun, kendala klasik mengenai validasi data di lapangan masih menjadi ganjalan yang harus segera diselesaikan.
TA Khalid menggarisbawahi bahwa efektivitas pembangunan Huntara sangat bergantung pada seberapa akurat data yang disajikan oleh pemerintah daerah.
Sinkronisasi antara data penerima manfaat dan ketersediaan lahan menjadi poin krusial, agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan atau salah sasaran.
Baca Juga: Aceh dan Bencana: Ketangguhan di Tanah Serambi Mekkah
“Kesiapan untuk membangun sudah ada. Yang perlu kita perkuat bersama saat ini adalah kesamaan data dan kejelasan lokasi, agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar TA Khalid, Selasa (6/1/2026).
Pernyataan ini menegaskan komitmen anggaran dan material dari pusat tidak akan berarti banyak tanpa dukungan teknis dari level kabupaten/kota, yang memahami detail kondisi geografis dan demografis warga terdampak.
Komitmen BUMN Siapkan 15.000 Unit Huntara
Dalam rapat koordinasi yang berlangsung intensif semalam, terungkap sebuah komitmen besar dari sektor korporasi negara.
Pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama BP BUMN telah menyatakan kesiapan mereka untuk membangun hingga 15.000 unit Huntara di titik-titik terdampak banjir di Aceh.
Angka ini diharapkan mampu mencakup seluruh kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal atau yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
Tag
Berita Terkait
-
Aceh dan Bencana: Ketangguhan di Tanah Serambi Mekkah
-
Mendagri Minta Praja IPDN Kerja Keras Bantu Pulihkan Layanan Publik Aceh Tamiang
-
Gegara Banjir, Inflasi Aceh, Sumut, Sumbar Meroket di Akhir Tahun
-
Merajut Kembali Hidup Pascabanjir Bandang di Sumatra
-
Menenun Nadi Aceh: Pemulihan Infrastruktur dan Harapan di Bumi Sumatera
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Demokrat Warning 'Agenda Terselubung' di RUU Pemilu, Ada Upaya Batasi Pencalonan Presiden!
-
Massa Pendukung MBG Kecewa Berat, Pimpinan BGN Ogah Temui Pendemo
-
Target Rampung Sebelum 2029, Restorasi Candi Prambanan Diprediksi Pikat Turis India
-
Polri Geledah 8 Lokasi Terkait Dugaan Korupsi dan TPPU Kasus PLN, Asabri, hingga Krakatau Steel
-
Polisi Tetapkan 7 Tersangka Pembunuh Pilot Nicholas Goselin, Ini Perannya
-
Butuh Kesempatan Kerja yang Setara, Fajeri di JobFair Jaksel: Padahal Difabel Ada yang Mampu Juga
-
Jelang Muktamar PBNU, Gus Ipul Tegaskan Tak Semua PWNU-PCNU Punya Hak Pilih
-
Saat Stadion Tak Lagi Ramai, DPRD Usul Lahan Kamal Muara Disulap Jadi SMA Negeri
-
Kasus TPA Jatiwaringin: Mengapa Kebakaran TPA Terus Berulang, Apa Sebenarnya Akarnya?
-
Viral Perempuan Disabilitas Melahirkan, Polisi Buru Terduga Pelaku Rudapaksa di Jagakarsa