- Presiden Prabowo Subianto memberikan bonus uang kepada atlet SEA Games 2025 sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka.
- Pemberian uang tersebut dimaksudkan sebagai tabungan masa depan atlet, bukan dianggap sebagai pembayaran upah atas jasa.
- Prabowo berpesan kepada para atlet agar memanfaatkan uang penghargaan tersebut secara positif, yakni menabung untuk masa depan.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan alasan mengapa pemerintah memberikan bonus berupa uang kepada atlet peraih medali SEA Games 2025.
Kepala negara menegaskan bahwa uang tersebut merupakan bentuk penghargaan, bukan upah.
“Kalau kita memberi penghargaan berupa uang, maksudnya itu adalah mendorong untuk menjadi tabunganmu dalam masa-masamu yang akan datang. Bukan hanya kita seolah-olah membayar upah, tidak,” kata Prabowo kepada atlet dan pelatih di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Prabowo memahami perjuangan para atlet maupun staf dan pelatih tidaklah mudah.
“Ini adalah penghargaan karena untuk mencapai tingkat seperti saudara, saudara mengorbankan waktumu, saudara mengorbankan tenagamu, saudara mengorbankan mungkin hal-hal yang saudara bisa hidup dengan enak, santai. Tapi saudara latihan, saudara berjuang. Ini adalah penghargaan atas itu, penghargaan atas keringatmu, atas jerih payahmu,” kata Prabowo.
Prabowo mengingatkan agar uang bonus yang telah diterima dapat ditabung dan dimanfaatkan dengan baik di kemudian hari.
“Saya titip sama Saudara-saudara, Saudara masih muda banyak ya. Jangan pakai untuk yang tidak positif, berbuat yang baik, tabung untuk masa depanmu, orang tuamu, untuk dirimu,” kata Prabowo.
Prabowo kemudian menyapa Kapten Rizki Juniansyah, peraih dua medali emas dan satu perunggu pada kejuaraan angkat besi kelas 75 kilogram putra.
“Kapten Rizki, sudah punya pacar?” sapa Prabowo.
Baca Juga: Bonus Rp465 Miliar Atlet SEA Games Cair, Pemerintah Kasih Literasi Keuangan 1,5 Jam
“Ditabung untuk nanti kalau kau kawin bisa punya rumah yang baik. Yang lain juga ditabung yang baik ya, Saudara-saudara,” pesan Prabowo kepada Rizki dan para atlet.
Berita Terkait
-
Bonus Rp465 Miliar Atlet SEA Games Cair, Pemerintah Kasih Literasi Keuangan 1,5 Jam
-
Bamsoet: Prabowo Capai Swasembada Beras 'Gaya' Soeharto-SBY Dalam Setahun
-
Menuju Nol Kasus Keracunan, BGN Perketat Pengawasan Makan Bergizi Gratis di 2026
-
BGN Optimistis Target 82,9 Juta Penerima MBG Tercapai 2026, Guru dan Santri Masuk Tambahan
-
Prabowo Komentari Podcast di Sosial Media: Banyak Pakar Bicara Asal
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama dalam Materi 'Mens Rea'
-
Sedia Payung! Jakarta Bakal Diguyur Hujan Merata Hari Ini
-
Kala Hakim Anwar Usman Jadi 'Juara' Absen di MK, Sanksi Hanya Sepucuk Surat?
-
TNI Akan Bentuk Batalion Olahraga, Atlet Emas Langsung Naik Pangkat Jadi Kapten
-
Suara dari Aksi Buruh: Hidup di Jakarta Butuh Rp6,4 Juta, Upah Saat Ini Tak Cukup
-
KPK Ultimatum Nyumarno, Politisi PDIP Bekasi Didesak Bersaksi di Kasus Suap Bupati
-
Susah Jadi Diktator di Era Medsos, Pengamat Nilai Tuduhan ke Prabowo Tak Tepat
-
4 Personel Brimob Diamankan Usai Insiden Penembakan di Tambang Ilegal Bombana
-
Merangkak Pulang dari Semak Belukar: Kisah Nenek Saudah Korban Perlawanan terhadap Mafia Tambang?
-
Tunjangan Hakim Karir Tembus Rp110 Juta, Hakim Ad Hoc Ancam Mogok Sidang 12-21 Januari