- Roy Suryo mencurigai adanya manuver inkonsisten dari Eggi Sudjana terkait gugatan ijazah Jokowi setelah kunjungan ke Solo.
- Kecurigaan Roy muncul saat Eggi mendadak tidak ikut rombongan tim ahli ke UGM pada 15 April 2025.
- Roy mengaitkan kunjungan Eggi ke kediaman Jokowi dengan tokoh-tokoh pendukung relawan Jokowi (ReJo) yang ia nilai mencurigakan.
Suara.com - Kabar kunjungan pengacara Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis ke kediaman pribadi mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo memantik reaksi keras dari pakar telematika, Roy Suryo.
Ia mengendus adanya kejanggalan dan indikasi kuat manuver "balik kanan" yang dilakukan oleh Eggi terkait gugatan keaslian ijazah Jokowi.
Menurut Roy, gelagat inkonsistensi ini sebenarnya sudah tercium sejak setahun lalu, tepatnya saat rencana kunjungan krusial ke Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berakhir antiklimaks.
Roy Suryo membeberkan secara rinci kronologi yang menjadi dasar kecurigaannya. Keraguan terhadap komitmen Eggi Sudjana disebutnya mulai muncul di kalangan tim ahli saat rombongan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) bersiap mendatangi UGM untuk menelisik keabsahan ijazah S1 Jokowi pada 15 April 2025. Namun, sebuah keanehan terjadi di detik-detik terakhir.
"Pada saat berangkat last minute, Bang Egi ternyata tidak ikut. Alasannya macam-macam, ada yang bilang sakit, ada juga alasan katanya ditangkap. Ini menjadi pertanyaan besar sampai sekarang," ujar Roy Suryo dalam perbincangannya di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Selasa (13/1/2026).
Absennya Eggi secara mendadak itu, kata Roy, tidak hanya menimbulkan tanda tanya, tetapi juga menyebabkan keterlambatan rombongan.
Akibatnya, dari seluruh tim yang berangkat, hanya tiga orang yang akhirnya diterima secara resmi oleh pihak UGM, yakni Roy Suryo sendiri, dr. Rismon, dan dr. Tifa.
Roy menegaskan, fokus utama kedatangannya bersama para ahli lainnya murni untuk pembuktian ilmiah dan akademis, bukan manuver politik.
Kejanggalan semakin menguat ketika sehari setelah agenda di UGM, Eggi Sudjana bersama sejumlah pengurus TPUA lainnya, termasuk Damai Hari Lubis dan Rizal Fadillah, justru memilih mendatangi rumah pribadi Jokowi di Solo pada 16 April.
Baca Juga: Hadiah Raja Saudi ke Jokowi Jadi Bancakan, Kisah Skandal Kuota Haji Bermula
Roy mengaku sengaja tidak ikut dalam rombongan tersebut karena merasa tidak memiliki kepentingan.
"Kepentingan saya dengan dr. Tifa dan dr. Rismon adalah soal ilmiah, soal ijazah Jokowi di UGM,” ujar Roy, menegaskan perbedaan fokus antara dirinya dengan kubu Eggi.
Fakta yang lebih mengejutkan diungkap Roy Suryo adalah kehadiran tokoh-tokoh dari organisasi Relawan Jokowi (ReJo) yang mendampingi Eggi dan Damai dalam kunjungan mereka baru-baru ini.
Ia secara spesifik menyebut nama Muhammad Rahmat dan Darmizal, dua sosok yang menurutnya juga berada di balik upaya pengambilalihan Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit untuk kubu Moeldoko.
"Sekarang artinya benang merahnya ketahuan, mereka orang-orang Jokowi yang dulu digunakan di Sibolangit, sekarang digunakan untuk mengantarkan Damai Hari Lubis dan Eggi Sudjana ke sana," ungkapnya.
Roy menilai ada semacam kepanikan di kubu Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, terutama setelah beredarnya video-video lama yang seolah-olah diarahkan untuk membangun narasi rekonsiliasi atau permohonan maaf.
Berita Terkait
-
Hadiah Raja Saudi ke Jokowi Jadi Bancakan, Kisah Skandal Kuota Haji Bermula
-
IKN Nusantara: Narasi Kian Meredup Meski Pembangunan Terus Dikebut?
-
Berkas Roy Suryo Cs Dilimpahkan ke Kejaksaan, Kapan Tersangka Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Disidang?
-
Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Kunjungan Eggi Sudjana ke Solo 'Bentuk Penyerahan Diri'
-
Bantah Dibekingi Orang Besar, Abdul Gafur Tantang Pembuktian Aliran Dana ke Kubu RRT
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Polda Metro Gerebek Clandestine Lab Etomidate di Greenbay Pluit, WNA Tiongkok Jadi Peracik!
-
Pendukung Israel Minta AS Segera Caplok Greenland, RUU Aneksasi Sudah Disiapkan
-
Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo
-
KPK Geledah Kantor DJP, Amankan Dokumen dan Uang 8.000 SGD
-
Dede Yusuf Jelaskan Makna 'Matahari Satu' SBY: Demokrat Satu Komando di Bawah AHY
-
Tragis! Tiga Warga Cilincing Tersengat Listrik di Tengah Banjir Jakarta Utara
-
IKN Nusantara: Narasi Kian Meredup Meski Pembangunan Terus Dikebut?
-
Kejaksaan Agung Mutasi 19 Kepala Kejaksaan Negeri di Awal Tahun
-
KPK Ungkap Petinggi PBNU Diduga Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji
-
Fahri Hamzah: Pilkada Lewat DPRD Diskusi Efisiensi, Jangan Terlalu Curigai Prabowo