- Perbaikan serius dimulai pada Jalan Margonda Raya, Depok, merespons laporan viral mengenai jalan berlubang parah yang menyebabkan pengendara celaka.
- Petugas berseragam oranye terlihat menambal lubang jalanan yang menganga dengan diameter 60 cm di ruas Jalan Juanda Depok.
- Perbaikan dilakukan karena penanganan sebelumnya pada 10 Januari 2026 dinilai berkualitas rendah dan cepat rusak kembali.
Suara.com - Keluhan dan kekhawatiran para pengendara yang melintasi Jalan Margonda Raya, Kota Depok, akhirnya terjawab. Ruas jalan vital yang beberapa waktu terakhir menjadi sorotan karena kondisi berlubang parah dan telah memakan korban, kini mulai ditangani secara serius.
Langkah perbaikan ini dilakukan setelah video dan laporan mengenai sejumlah pengendara, khususnya sepeda motor, yang terjatuh akibat lubang berbahaya di jalan tersebut viral di media sosial.
Momen perbaikan ini pun terekam dalam video yang diunggah oleh sejumlah akun Instagram lokal, di antaranya @liputandepok_ dan @brorondm.
Dalam rekaman yang beredar, tampak sejumlah petugas berompi oranye khas pekerja infrastruktur tengah fokus menangani titik-titik kerusakan.
Mereka terlihat menambal lubang-lubang yang selama ini menjadi 'jebakan batman' bagi pengguna jalan.
Sebelumnya, kondisi jalan tersebut memang sangat mengkhawatirkan. Lubang-lubang menganga dengan diameter diperkirakan mencapai 60 sentimeter dan kedalaman sekitar 5 sentimeter membuat permukaan aspal menjadi sangat tidak rata.
Kerusakan ini menjadi ancaman serius, terutama saat malam hari atau ketika hujan turun. Keterbatasan pencahayaan membuat lubang-lubang tersebut nyaris tak terlihat, meningkatkan risiko kecelakaan fatal.
Aksi cepat tanggap ini diambil setelah serangkaian insiden yang menimpa pengendara.
Perbaikan yang kini difokuskan pada ruas Jalan Juanda yang mengarah ke Jalan Raya Bogor ini menjadi upaya krusial untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak, sekaligus mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi ribuan warga yang setiap hari mengandalkan akses jalan tersebut.
Baca Juga: Bikin Pemotor Jatuh, Menyoal Kualitas Perbaikan Jalan Juanda Depok yang Cepat Rusak Total
Jejak Frustrasi Warga dan Kualitas Perbaikan
Kondisi Jalan Juanda yang rusak ini bukanlah masalah baru. Publik dan pengguna jalan sebelumnya telah berulang kali menyuarakan keluhan mereka.
Ironisnya, ruas jalan ini sempat mendapat perbaikan pada 10 Januari 2026 lalu. Namun, kualitas perbaikan tersebut dipertanyakan karena aspal kembali mengelupas dan rusak parah dalam waktu yang relatif singkat.
Kerusakan yang kembali terjadi di sejumlah titik inilah yang memicu frustrasi publik.
Mereka menilai perbaikan yang dilakukan sebelumnya hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar masalah, sehingga kerusakan serupa terus berulang dan membahayakan nyawa.
Sebagai salah satu akses utama di Kota Depok yang menghubungkan Jalan Margonda Raya dengan Jalan Raya Bogor dan akses menuju Tol Cijago, Jalan Juanda memiliki volume kendaraan yang sangat tinggi.
Beban tonase dari berbagai jenis kendaraan, ditambah dengan faktor cuaca, menuntut kualitas pengerjaan infrastruktur yang jauh lebih baik.
Dengan dimulainya kembali proses perbaikan kali ini, harapan besar disematkan oleh warga. Mereka tidak hanya ingin jalan kembali mulus, tetapi juga menuntut agar kualitas pengerjaan dilakukan secara maksimal.
Warga berharap hasil perbaikan bisa lebih kuat, solid, dan memiliki daya tahan yang jauh lebih lama, sehingga tragedi pengendara terjatuh akibat 'jebakan batman' di Jalan Juanda tidak perlu terulang lagi di masa mendatang. (Dinda Pramesti K)
Berita Terkait
-
Bikin Pemotor Jatuh, Menyoal Kualitas Perbaikan Jalan Juanda Depok yang Cepat Rusak Total
-
Bukan untuk Kantong Pribadi, Buruh Senior Depok Kawal Upah Layak bagi Generasi Mendatang
-
Pria di Depok Tewas Ditusuk Saat Tertidur Pulas, Pelaku Teriak 'Gua Orang Lampung'
-
Integrasi Transportasi Terhambat, Pemprov DKI Sebut Pemda Depok dan Bekasi Tak Punya Anggaran
-
30 Tahun Menanti, Jalan Rusak di Karet Tengsin Akhirnya Mulus dalam Sebulan
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
-
Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya
-
Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
-
Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah
-
Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle
-
Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur
-
Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan