- Keputusan Presiden Prabowo bergabung Dewan Perdamaian Gaza dikritik akademisi UI karena berisiko bagi kepentingan nasional dan rakyat Palestina.
- Struktur Dewan Perdamaian Gaza, digagas Donald Trump di Davos 22 Januari 2026, dianggap menyimpang dari resolusi PBB.
- Keikutsertaan Indonesia berpotensi mengganggu posisi diplomatik RI dan menimbulkan asosiasi dengan agenda politik serta negara tertentu.
Dalam struktur Dewan, dibentuk Dewan Eksekutif atau Dewan Pengarah yang diisi oleh tokoh-tokoh penting, antara lain Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Jared Kushner, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, hingga penasihat keamanan nasional AS Robert Gabriel.
Selain itu, dibentuk pula Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) yang bertugas mengawasi pemulihan layanan publik dan stabilisasi kehidupan masyarakat Gaza, serta struktur keamanan internasional yang dipimpin Mayor Jenderal Angkatan Darat AS Jasper Jeffers.
Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza ini menjadi babak baru dalam upaya internasional menangani konflik Palestina, namun sekaligus memicu perdebatan tajam terkait legitimasi, keadilan, dan dampaknya terhadap tatanan global.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Prestise: Inilah Alasan Sesungguhnya Pelajar Indonesia Serbu Studi ke Luar Negeri
-
Selangkah Lagi Gabung ke Barcelona, Pemain Keturunan Medan: Saya Seorang Pemenang!
-
Saga Transfer Pemain Keturunan Indonesia Juwensley Onstein: Gagal ke AC Milan, Gabung ke Barcelona
-
Selain Timnas Indonesia, Ini Daftar Klub Eropa dan Tim Dunia yang Gunakan Apparel Kelme
-
Arah Angin Gagalkan Langkah Jafar/Felisha ke Final Indonesia Masters 2026
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok