News / Nasional
Minggu, 25 Januari 2026 | 15:35 WIB
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii saat memberikan pernyataan kepada awak media di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2026). ANTARA/Ilham Nugraha
Baca 10 detik
  • Basarnas memimpin operasi pencarian 80 jiwa korban di lokasi longsor Cisarua, Bandung Barat, menggunakan 250 personel SAR terlatih.
  • Total lebih dari 700 personel gabungan dikerahkan, menggunakan drone pemetaan dan anjing pelacak karena kondisi medan seperti 'bubur pasir'.
  • Penggunaan alat berat dibatasi akibat kondisi tanah yang sangat labil; modifikasi cuaca dilakukan untuk mendukung operasi pencarian.

Untuk mengatasi medan sulit ini, Basarnas mengandalkan indra penciuman tajam dari anjing pelacak (K9). Unit K9 dari unsur TNI dan Polri diterjunkan untuk mengendus titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi korban tertimbun.

Selain tantangan di darat, faktor cuaca juga menjadi perhatian serius. Bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), upaya modifikasi cuaca dilakukan untuk meminimalisir turunnya hujan yang dapat memperburuk kondisi medan dan menghambat proses pencarian.

“Kita juga sudah mengerahkan anjing pelacak K9 dari TNI dan Polri. Kita berharap cuaca mendukung dan telah dilakukan modifikasi cuaca bekerja sama dengan BNPB,” tutupnya.

Load More