- Program Sekolah Rakyat Kemensos diminati tinggi, menyebabkan fasilitas di sentra dan balai daerah mengalami kelebihan kapasitas.
- Fraksi PDI Perjuangan mendesak Kemensos segera mengakselerasi pembangunan gedung baru agar program tidak terhenti.
- Kelebihan kapasitas ini mengancam keberlanjutan program sebab tidak tersedia ruang bagi siswa baru tahun ajaran mendatang.
Suara.com - Program Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu disebut ramai peminat. Tingginya antusiasme ini juga memicu tantangan baru, yakni kelebihan kapasitas.
Hal ini menjadi sorotan Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI. Mereka meminta pemerintah untuk bergerak cepat melakukan akselerasi pembangunan gedung-gedung baru agar program mulia ini tidak mandek dan bisa menjangkau lebih banyak anak-anak yang membutuhkan.
Sekolah Rakyat sendiri merupakan program terobosan yang menargetkan anak-anak putus sekolah atau mereka yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal karena kendala ekonomi.
Program ini beroperasi di sentra-sentra dan balai milik Kemensos di berbagai daerah, menyediakan pendidikan setara SD, SMP, hingga SMA secara cuma-cuma.
Kapasitas Penuh, Terancam Tak Bisa Terima Siswa Baru
Dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Sosial, Wakil Ketua Komisi VIII dari Fraksi PDI Perjuangan, Abidin Fikri, secara terbuka menyuarakan kekhawatirannya.
Ia memaparkan temuan di lapangan bahwa banyak fasilitas Sekolah Rakyat yang sudah tidak mampu lagi menampung siswa.
"Saat Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Sosial RI. Saya melihat banyak Sekolah Rakyat di Sentra dan Balai Kementerian Sosial di daerah yang sudah over capacity (sudah full)," ujar Abidin Fikri dikutip Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, kondisi ini sangat krusial karena berpotensi menghentikan keberlanjutan program pada tahun ajaran berikutnya. Ruang kelas yang ada saat ini sudah terpakai penuh oleh siswa yang akan naik kelas, sehingga tidak ada lagi tempat untuk menerima murid baru.
Baca Juga: Di Hadapan Siswa Sekolah Rakyat, Ipar Prabowo Curhat Pernah Dipecat dari Jabatan Gubernur BI
"Sehingga untuk tahun ajaran baru ke depan, tidak bisa menerima siswa lagi, artinya yang sekarang digunakan untuk kelas 1 SMP/SMA, yang kedepan akan naik kelas 2 SMP/SMA, tidak bisa menerima siswa baru kelas 1 SMP/SMA karena sudah tidak ada tempat atau ruang belajar," jelasnya secara rinci.
Desakan Akselerasi Pembangunan Demi Keberlanjutan
Melihat animo masyarakat yang luar biasa besar, Abidin Fikri menekankan bahwa satu-satunya solusi agar program ini tidak berhenti di tengah jalan adalah dengan mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, yaitu gedung sekolah yang layak dan memadai.
Bagi PDI Perjuangan, keberlanjutan Sekolah Rakyat adalah harga mati. Program ini dianggap sebagai investasi sosial jangka panjang untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
"Agar Sekolah Rakyat dapat berkelanjutan, saya menekankan untuk akselerasi pembangunan gedung baru untuk Sekolah Rakyat. Jika tidak dilakukan, maka Sekolah Rakyat tidak akan berkesinambungan dan berkelanjutan dan tidak akan menambah jumlah siswa Sekolah Rakyat," tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak Kementerian Sosial dalam rapat memaparkan data capaian program yang menunjukkan skala operasi yang sudah cukup masif. Hingga kini, program tersebut telah berjalan di ratusan titik di seluruh Indonesia.
Berita Terkait
-
Di Hadapan Siswa Sekolah Rakyat, Ipar Prabowo Curhat Pernah Dipecat dari Jabatan Gubernur BI
-
Kemensos Tindaklanjuti Usulan Sekolah Rakyat di Baubau, Sukamara, dan Aceh Besar
-
Sekolah Rakyat Berasrama, Menteri PPPA: Hak Asuh Anak Tetap di Tangan Orang Tua
-
Sekolah Rakyat Diklaim Jadi yang Pertama di Dunia Ukur Bakat Siswa Pakai AI
-
Bukan Sekolah Biasa! Ini Dia 6 Fakta Sekolah Rakyat Prabowo
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Pramono Patok Target 633 Rumah Warga Jakarta Direnovasi Sepanjang 2026, Sumber Dananya dari Sini
-
Jebakan Iran di Pulau Kharg, Serangan AS Justru Bisa Picu 'Kiamat' Ekonomi Barat
-
Tekan Kecelakaan Mudik, Kemenkes Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Sopir Kendaraan Umum
-
Satu Suara, Lintas Fraksi di DPR Desak Penangkapan Perencana Serangan Terhadap Andrie Yunus
-
Dunia Wajib Was-was! Nafsu Trump Bikin 440 Kg Uranium Terkubur di Bawah Fasilitas Nuklir
-
Komisi III DPR Desak Polri Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus, Minta Kemenkes Tanggung Pengobatan
-
Video Benjamin Netanyahu Minum Kopi, Grok: 100 Persen Palsu, Buatan AI
-
Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Akan Gabung Aliansi Militer Mana Pun
-
Komisi III DPR Sebut Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Mengandung Pesan Politik Berbahaya
-
Kesaksian Anak Selamat Bikin Merinding, Satu Keluarga di Tepi Barat Dibunuh Tentara Israel