- Polres Tangerang Selatan menghentikan penyelidikan kasus dugaan kekerasan psikis guru berinisial C.B. (54) pada Jumat, 30 Januari 2026.
- Penghentian terjadi karena hasil penyelidikan dan gelar perkara menyimpulkan laporan tersebut tidak memenuhi unsur tindak pidana.
- Kasus ini bermula dari laporan Desember 2025 terkait nasihat guru pasca insiden lomba Agustus 2025.
Suara.com - Polres Tangerang Selatan resmi menghentikan penyelidikan kasus dugaan kekerasan psikis terhadap anak yang menyeret seorang guru sekolah dasar di Pamulang, Kota Tangerang Selatan.
Polisi menyimpulkan laporan tersebut tidak memenuhi unsur tindak pidana.
Penghentian penyelidikan itu disampaikan Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo pada Jumat (30/1/2026).
Kasus ini sebelumnya dilaporkan pada 12 Desember 2025 dengan terlapor berinisial C.B. (54), guru di SDK Mater Dei, Pamulang.
“Terkait perkara tersebut, penyidik Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan telah melakukan proses penyelidikan secara mendalam terhadap dugaan peristiwa yang dilaporkan. Dari hasil penyelidikan tersebut, selanjutnya telah dilakukan gelar perkara pada tanggal 29 Januari 2026,” jelas Boy Jumalolo kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).
Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik menyimpulkan peristiwa yang dilaporkan tidak memenuhi unsur pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
“Dengan demikian, penyidik Polres Tangerang Selatan memutuskan untuk menghentikan penyelidikan atas laporan tersebut,” kata dia.
Meski penyelidikan dihentikan, Boy menegaskan komitmen Polres Tangsel dalam perlindungan anak tetap menjadi prioritas.
“Polres Tangsel tetap berkomitmen memberikan perlindungan terhadap anak dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, serta akan terus mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak dalam setiap penanganan perkara,” tegasnya.
Baca Juga: Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SMK Waskito Bebas Berkeliaran, Keluarga: Kami Hanya Ingin Keadilan
Kasus ini sebelumnya sempat menjadi sorotan publik setelah upaya mediasi antara guru dan orang tua murid dinyatakan buntu.
Peristiwa yang dilaporkan berawal dari kejadian pada Agustus 2025 saat kegiatan lomba sekolah, ketika seorang murid terjatuh dan dinilai kurang mendapat pertolongan dari teman-temannya.
Sebagai wali kelas, guru tersebut kemudian menyampaikan nasihat secara umum kepada para murid agar lebih bertanggung jawab dan saling peduli.
Namun, nasihat itu dipersepsikan berbeda oleh salah satu pihak dan dilaporkan sebagai dugaan kekerasan psikis terhadap anak.
Laporan tersebut terdaftar sejak Desember 2025 dan sempat dibuka ruang penyelesaian melalui mediasi dan restorative justice.
Setelah melalui rangkaian klarifikasi dan penyelidikan, polisi memastikan perkara tersebut tidak dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Berita Terkait
-
Mediasi Buntu, Kasus Guru SD di Tangsel Tetap Jalan Meski Ruang Restorative Justice Dibuka
-
Viral Guru Honorer di Muaro Jambi Jadi Tersangka Gara-Gara Rambut Siswa, Kasus Kini Berakhir Damai
-
Dituduh Dalangi Teror, Firdaus Oiwobo Polisikan DJ Donny terkait Pencemaran Nama Baik
-
Teror Bom Dua Sekolah Internasional di Tangesel Hoaks, Polisi: Tak Ada Libur, Belajar Normal!
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Terus Menyala, Keputusan Trump di Selat Hormuz Makin Perburuk Kondisi
-
Kado Pahit Jelang May Day, Perusahaan Global Commscope Diseret ke Meja Hijau PN Jakpus Soal PHK
-
Ogah Gabung May Day Bareng Prabowo, KPA Ingatkan Masalah Buruh-Petani dan Nelayan Belum Rampung
-
Kabar Baik Usai Kecelakaan Bekasi! KAI: 99% Kereta Kembali On Time, 20 Ribu Tiket Tuntas Direfund
-
Maut Tak Kasatmata: Leher Terjerat Benang Misterius, Pemotor di Karawang Tewas Berlumur Darah
-
Aliansi GEBRAK Bongkar Fakta Kekerasan Agraria, DPR Diminta Tak Lagi Diam
-
Pecah Telur ke Jakarta di Usia 60 Tahun, Buruh Cilacap Ini Rela Antre Sembako di Tengah Aksi May Day
-
KPA Tolak May Day Fiesta, Soroti Masalah Buruh hingga Petani Belum Tuntas
-
Aksi May Day di Monas 'Banjir' Sembako dari Istana
-
Gus Lilur Bongkar Peta Kekuatan Muktamar NU, 400 Suara Mengerucut ke Satu Poros?