- KPK melakukan OTT di DJBC Kemenkeu pada 4 Februari 2026, mengamankan pejabat bernama Rizal.
- Penyidik menyita barang bukti signifikan berupa uang miliaran rupiah dan 3 kilogram logam mulia.
- Rizal, eks Direktur Penindakan, baru menjabat Kepala Kanwil DJBC Sumatera Barat kurang dari sebulan.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menghentak publik dengan operasi senyap di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terbaru yang menyasar pejabat tinggi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), penyidik lembaga antirasuah berhasil mengamankan aset mewah berupa tumpukan logam mulia dan uang tunai dalam jumlah fantastis.
Temuan ini menjadi tamparan keras bagi upaya pembersihan integritas di lembaga penjaga gerbang ekspor-impor negara.
Barang bukti yang disita tidak main-main. Selain uang tunai yang mencapai angka miliaran, penyidik menemukan emas batangan yang beratnya mencapai 3 kilogram.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan rincian mengenai hasil penggeledahan dan penyitaan awal dalam operasi tersebut.
"Untuk uang, senilai miliaran rupiah. Kemudian logam mulia itu ada mungkin sekitar tiga kilogram emas," ujar Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dilansir Antara, Rabu (4/2/2026).
Sosok Rizal: Dari Direktur Penindakan hingga Kanwil Sumatera
Pusat badai OTT kali ini mengarah pada sosok Rizal, seorang pejabat yang memiliki karier mentereng di lingkungan DJBC. Sebelum terjaring operasi senyap KPK, Rizal merupakan mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan pada Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.
Jabatan tersebut merupakan posisi vital yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberantas penyelundupan dan pelanggaran hukum di sektor kepabeanan.
Baca Juga: Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan
Ironisnya, Rizal baru saja memulai babak baru dalam kariernya di daerah. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat Kemenkeu.
Pelantikannya dilakukan langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 28 Januari 2026 lalu. Namun, belum genap sebulan menjabat di posisi barunya, Rizal harus berurusan dengan penyidik KPK atas dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukannya.
KPK mengonfirmasi bahwa OTT di lingkungan Ditjen Bea Cukai ini dilakukan pada 4 Februari 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KPK dalam melakukan pengawasan ketat terhadap sektor-sektor yang memiliki risiko kebocoran penerimaan negara yang tinggi.
Kemenkeu dalam Pusaran OTT Beruntun 2026
Tahun 2026 tampaknya menjadi tahun yang kelam bagi integritas birokrasi di bawah naungan Kementerian Keuangan. Kasus yang menjerat Rizal merupakan OTT kelima yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026, dan yang ketiga kalinya terjadi secara khusus di lingkungan Kemenkeu hanya dalam waktu dua bulan pertama tahun ini.
Rentetan kasus ini menunjukkan adanya masalah sistemik yang perlu segera dibenahi. Debut OTT KPK di tahun 2026 dimulai dengan penangkapan delapan orang pada periode 9-10 Januari 2026.
Berita Terkait
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan
-
Telak! Baru 7 Hari Dilantik Menkeu Purbaya, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagsel Diciduk KPK
-
Ciduk Kepala Pajak Banjarmasin Lewat OTT, KPK Sita Duit Tunai Lebih dari Rp1 Miliar
-
Abraham Samad Akui Minta Prabowo Agar 57 Eks Pegawai Gagal TWK Abal-abal Kembali ke KPK
-
Kepala Pajak Banjarmasin Mulyono Kena OTT KPK, Modus 'Main' Restitusi PPN Kebun Terbongkar
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat