- KPK menahan John Field (JF), pemilik PT Blueray Cargo, sebagai tersangka utama kasus suap Bea dan Cukai.
- Penangkapan JF melengkapi enam tersangka setelah KPK melakukan OTT pada 4 Februari 2026 lalu.
- Para tersangka meliputi pejabat DJBC dan pihak swasta yang diduga terlibat praktik impor barang ilegal.
Suara.com - Drama pengejaran tersangka dalam skandal suap di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan akhirnya mencapai babak akhir.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menahan John Field (JF), pemilik PT Blueray Cargo (BR), yang diduga menjadi salah satu otak utama di balik praktik lancung importasi barang-barang KW.
Penahanan ini melengkapi puzzle penyidikan KPK, di mana John Field menjadi tersangka terakhir dari total enam orang yang kini mendekam di balik jeruji besi.
Sebelumnya, JF sempat menjadi buronan dan mangkir dari panggilan penyidik sebelum akhirnya memilih untuk menyerahkan diri.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa penahanan dilakukan segera setelah John Field menjalani pemeriksaan intensif sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK.
“Usai pemeriksaan rampung, penyidik melakukan penahanan terhadap JF untuk 20 hari pertama,” ujar Budi kepada para jurnalis di Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (7/2/2026).
Menurut Budi, meski sempat kabur, John Field menunjukkan sikap kooperatif selama proses pemeriksaan dan memberikan keterangan yang dibutuhkan untuk membongkar kasus ini lebih dalam.
Membongkar Gurita Suap di Jantung Bea Cukai
Kasus ini sendiri meledak setelah KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) senyap pada 4 Februari 2026 lalu, yang sontak mengguncang institusi Bea dan Cukai di bawah Kementerian Keuangan.
Baca Juga: Prabowo Diminta Tarik Lagi 57 Eks Pegawai KPK, Yudi Purnomo: Jika Perintah Presiden, Saya Kembali
Operasi tersebut berhasil mengamankan sejumlah pihak, termasuk pejabat tinggi di lingkungan DJBC.
Sehari setelahnya, pada 5 Februari 2026, KPK secara resmi mengumumkan penetapan enam orang tersangka dari 17 orang yang diamankan.
Jaringan ini diduga bekerja secara sistematis, melibatkan pihak swasta sebagai penyuap dan para pejabat publik sebagai penerima suap untuk meloloskan impor barang-barang ilegal.
Para pejabat yang terseret dalam pusaran korupsi ini bukanlah orang sembarangan. Mereka adalah:
- Rizal (RZL): Menjabat sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024-Januari 2026. Posisinya yang sangat strategis diduga kuat disalahgunakan untuk memuluskan praktik haram ini.
- Sisprian Subiaksono (SIS): Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC.
- Orlando Hamonangan (ORL): Kepala Seksi Intelijen DJBC.
Ketiga pejabat ini diduga menjadi benteng pelindung bagi para importir nakal. Sementara itu, dari pihak swasta, PT Blueray Cargo menjadi pemain utamanya. Selain sang pemilik, John Field, dua anak buahnya juga ditetapkan sebagai tersangka, yaitu:
- Andri (AND): Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo.
- Dedy Kurniawan (DK): Manajer Operasional Blueray Cargo.
Dengan ditahannya John Field, seluruh tersangka dalam kasus ini kini telah berada dalam penguasaan KPK.
Berita Terkait
-
Prabowo Diminta Tarik Lagi 57 Eks Pegawai KPK, Yudi Purnomo: Jika Perintah Presiden, Saya Kembali
-
KPK Hattrick Gelar OTT, Yudi Purnomo: Bukti Gaji Besar Tak Cukup Bendung Kerakusan Koruptor
-
Uang Jatah Rp7 Miliar Tiap Bulan: Inilah Alur Suap Eksklusif PT Blueray ke Oknum Bea Cukai!
-
Usai OTT Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, KPK Bidik Sengketa Lahan di Kawasan Wisata
-
Sempat Kabur Saat OTT, Pemilik PT Blueray John Field Menyerahkan Diri ke KPK
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Ogah Masuk Gorong-gorong Mirip Jokowi, Pramono: Yang Bekerja Otaknya
-
Guyon Ogah Masuk Gorong-gorong, Pramono Pilih Kerja Pakai Otak dan Pikiran
-
Pesan Keras Prabowo di Kandang NU: Jangan Ada Dendam, Mari Bersatu Demi Rakyat
-
Viral CCTV Pria Diduga Gendong Mayat di Tambora, Polisi Turun Tangan
-
Prabowo Janji Sediakan Lapangan Kerja dan Jutaan Rumah Murah, Ini Rencana Lengkapnya!
-
Prabowo Ungkap Dana Umat Rp500 Triliun, Siap Bentuk Lembaga Pengelola Super?
-
Terbukti Lakukan Kekerasan, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Diskors 2 Semester dan Terancam DO
-
Ringankan Beban Orang Tua, Program Pendidikan Gratis Gubernur Meki Nawipa Disambut Positif
-
Prabowo di Mujahadah Kubro NU: Pemimpin Tak Boleh Dengki dan Cari-cari Kesalahan Orang Lain
-
Kampung Haji Segera Hadir, Prabowo Tekadkan Niat Tingkatkan Pelayanan dan Turunkan Biaya