- Seorang pensiunan guru bernama Candra Harahap diusir di Cilincing, Jakarta Utara, dituduh jukir liar oleh pedagang bakso.
- Polsek Cilincing mengklarifikasi bahwa Candra bukan jukir, namun ia kini tinggal sendiri dan terpaksa memulung demi hidup.
- Kondisi ekonomi Candra memburuk setelah menjadi korban penipuan SK pensiun senilai Rp300 juta.
Suara.com - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pria lanjut usia diusir dari lokasi parkir di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, karena dituduh sebagai juru parkir liar.
Setelah dilakukan penelusuran oleh Anggota Bhabinkamtibmas dari Polsek Cilincing, terungkap bahwa pria tersebut bukan jukir, melainkan seorang pensiunan guru bernama Candra Harahap.
"Dari hasil klarifikasi, diketahui bahwa yang bersangkutan bernama Bapak Candra Harahap, seorang pensiunan guru," kata Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, dikutip Selasa (10/2/2026).
Berikut adalah 5 fakta mengenai Bapak Candra Harahap yang viral di Cilincing, Jakarta Utara:
1. Bukan Jukir Liar, Melainkan Mantan Pendidik
Identitas pria lansia dalam video tersebut adalah Candra Harahap. Berdasarkan hasil klarifikasi Polsek Cilincing, ia bukanlah juru parkir liar sebagaimana yang dituduhkan dalam video viral tersebut.
Candra sebenarnya adalah seorang pensiunan guru yang baru saja purna tugas pada tahun 2025. Candra juga membantah tuduhan sebagai jukir liar. Ia mengaku hanya duduk-duduk di sekitar lokasi dan tidak pernah mengatur kendaraan atau meminta uang parkir.
2. Kronologi Pengusiran di Depan Kedai Bakso
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan Candra yang diusir oleh pedagang bakso di depan Masjid Al Araf, Jalan Tipar Cakung, karena diduga meminta uang parkir kepada pengunjung.
Baca Juga: Kronologi Pria di Cengkareng Dianiaya Usai Tegur Tetangga Masalah Kebisingan Drum
Dalam video yang beredar, Candra terlihat dipanggil oleh seorang pria yang diduga pedagang. Ketika ia menghampiri, pria tersebut meminta Candra pergi sambil menegaskan bahwa ia tidak boleh meminta uang parkir berulang kali. Candra kemudian membantah tuduhan tersebut dengan mengatakan, “nggak minta saya.”
Selain itu, terdapat tulisan tambahan yang disematkan dalam video yang turut memengaruhi persepsi publik dan menggiring opini warganet, sehingga sebagian komentar justru menyalahkan Candra. Narasi yang tertulis dalam video berbunyi, “Preman Tua Ngaku Sok Jago, Lahan Parkir Disikat.”
3. Tinggal Sendiri di Kontrakan Sempit dan Memulung untuk bertahan hidup
Setelah tak lagi mengajar, kehidupan Candra berubah drastis. Pendapatannya tidak menentu dan ia tinggal seorang diri di sebuah kontrakan di lantai dua kawasan padat penduduk Tipar Cakung dengan biaya Rp250 ribu per bulan.
Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, ia terpaksa memulung atau mencari barang rongsokan.
Saat ditemui oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Sudarmanto, ia sedang menjalankan rutinitasnya mencari barang bekas di wilayah Sukapura.
Berita Terkait
-
Video Ikut Turnamen Internasional Viral, Kemampuan Billiard Fajar Alamri di Usia 5 Tahun Bikin Kagum
-
Kronologi Pria di Cengkareng Dianiaya Usai Tegur Tetangga Masalah Kebisingan Drum
-
Mengapa Mohan Trending? Dokter Tirta Sampai Beri Pesan Menohok Soal Tahan Nafsu
-
Profil Aner Maisini, Bupati Intan Jaya Papua yang Viral Main Perosotan
-
Siapa Kyedae dan TenZ, Power Couple Valorant yang Viral Usai Umumkan Putus?
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang