- Kasus penganiayaan oknum anggota TNI terhadap pengemudi ojek online (Hasan) di Kembangan, Jakarta Barat, diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi di Kepolisian pada Senin malam.
- Pelaku telah mengakui memukul Hasan menggunakan benda tumpul, meminta maaf, serta memberikan ganti rugi dan biaya pengobatan kepada korban.
- Pemicu utama insiden adalah emosi pelaku karena kelelahan dan menunggu tukang pijat langganan istrinya yang salah lokasi akibat kendala aplikasi.
Fakta ini terungkap dalam proses klarifikasi saat kedua belah pihak bertemu untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Namun, kedatangan Nur terhambat karena titik lokasi yang dipesan di aplikasi tidak akurat. Kendala teknis pada aplikasi ojek online ini seringkali menjadi persoalan di lapangan, terutama di kawasan padat penduduk seperti Kembangan.
"Bapaknya pulang kerja capek juga, makanya bapaknya emosi karena istrinya sedang sakit tapi tukang pijitnya enggak datang-datang karena salah alamat," kata Hasan.
Ketidakakuratan lokasi tersebut memicu rasa tidak sabar dari pihak pelaku yang sudah menunggu lama dalam kondisi lelah.
Hasan pun berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah memviralkan kasus ini sehingga mempercepat penyelesaian masalah penganiayaan tersebut.
Kekuatan media sosial terbukti efektif dalam memberikan tekanan publik agar kasus-kasus yang melibatkan oknum aparat mendapatkan penanganan yang lebih cepat.
Hasan sempat mengeluhkan lambatnya respon aparat karena status pelaku sebagai aparat. Namun, setelah kasus ini menjadi sorotan publik, mediasi pun segera terlaksana.
Respon cepat dari pihak kepolisian dan instansi terkait setelah viralnya video kejadian membantu Hasan mendapatkan keadilan yang diinginkannya.
"Yang jelas pertama saya mengucapkan terima kasih berkat semua yang bantu menyuarakan, berkat media juga akhirnya bisa selesai masalahnya," ujar Hasan.
Baca Juga: Diperiksa Polisi Besok: Pelaku Penganiayaan Gegara Drum di Cengkareng Bakal Hadir?
Ia mengapresiasi peran netizen dan media massa yang terus mengawal kasus ini hingga mencapai kesepakatan damai.
Hasan pun menekankan pentingnya fungsi aparat negara menjadi pelindung, bukan ancaman bagi warga. Harapan ini ia sampaikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali kepada rekan-rekan pengemudi ojek online lainnya maupun masyarakat umum.
"Ya pesan saya semoga enggak ada lagi kekerasan kepada warga, apalagi dilakukan oleh pihak aparat. Negara harus lebih mengayomi, menjaga sesama warga negara juga," katanya.
Berita Terkait
-
Diperiksa Polisi Besok: Pelaku Penganiayaan Gegara Drum di Cengkareng Bakal Hadir?
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Polres Magelang Kota Bantah Tudingan Salah Tangkap dan Penganiayaan Remaja Saat Demo Agustus
-
Viral Drama Tetangga di Jakbar: Tegur Drummer Berisik, Pria Ini Dicekik, Kini Saling Lapor Polisi
-
Terkuak! Bukan Paspampres, Pelaku Penganiaya Ojol di Kembangan Ternyata Anggota Denma Mabes TNI
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi
-
Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
-
Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
-
Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?
-
Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas
-
Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia