- BGN dan pakar UGM berupaya meluruskan istilah UPF yang diadopsi dari luar negeri karena tidak sesuai standar ilmiah Indonesia.
- Pakar menyarankan BGN fokus pada kriteria substansial seperti bergizi, aman, dan halal daripada istilah asing UPF.
- BGN menegaskan program MBG memprioritaskan bahan pangan segar dari petani dan peternak lokal sesuai regulasi.
"Kami menyarankan gunakan istilah proses food saja atau pangan olahan yang tadi tetap bergizi, tetap aman ya, tetap halal ya. Jadi supaya keraguan dari pihak BGN nantinya untuk misalnya menghadirkan pangan olahan itu tidak lagi dirancu dengan konotasi negatif dari istilah UPF," tegasnya.
Fokus pada Bahan Baku Lokal
Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional (BGN) Gunalan memastikan bahwa prioritas utama tetap berlandaskan pada Perpres Nomor 115 Tahun 2025.
Regulasi tersebut mengamanatkan penggunaan bahan pangan segar yang diserap langsung dari ekosistem lokal.
Ia menekankan bahwa fokus utama tetap pada pemberdayaan potensi lokal, mulai dari petani hingga peternak, guna menjamin kesegaran bahan pangan yang disajikan kepada masyarakat.
"Salah satu pasal itu pasal 38 ayat 1 itu jelas menyampaikan bahwa yang digunakan dalam kegiatan atau program makan bergizi Gratis adalah produk-produk dalam negeri yang berasal dari petani UMKM dan peternak lokal yang tentunya ini semua pada berbasis untuk bahan-bahan segar," ujar Gunalan.
Dipaparkan Gunalan, bahwa saat ini program MBG telah berkembang pesat. Tercatat hingga hari ini sudah ada 23 ribu lebih dapur SPPG yang telah berdiri dengan penerima manfaat mencapai 60,19 juta jiwa.
Namun, tak dipungkiri maraknya informasi yang tidak tepat mengenai istilah UPF di media sosial menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan di lapangan.
"Sehingga memang bahan-bahan yang sifatnya siap saji dan cepat itu sudah mulai kita hindari untuk kegiatan MBG ke depan," tandasnya.
Baca Juga: Omzet Perajin Telur Asin Melonjak hingga 4.000 Persen Berkat Program MBG
Tag
Berita Terkait
-
Belasan Telur dan Lauk Sering Dibawa Pulang Pekerja MBG, Curhat Istri Picu Amarah Warganet
-
Polri Kebut 1.179 Dapur MBG, 2,9 Juta Warga Disasar hingga Pelosok Wilayah 3T
-
Kepala BGN: Publik Berhak Awasi Menu MBG, Kritik Viral Justru Jadi Teguran
-
Omzet Perajin Telur Asin Melonjak hingga 4.000 Persen Berkat Program MBG
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pakar Pidana: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Harus Diadili di Peradilan Umum
-
Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR: Kriminalisasi terhadap Pekerja Kreatif adalah Keterbelakangan Hukum
-
Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras
-
PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader
-
Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI
-
Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'
-
Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu
-
Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden
-
Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris