- Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, menerima teror masif setelah mengkritik kebijakan Presiden Prabowo Subianto mengenai anggaran negara.
- Pemicu teror adalah surat terbuka BEM UGM kepada UNICEF tentang kegagalan negara melindungi hak pendidikan seorang bocah NTT.
- Intimidasi melibatkan serangan siber dari nomor asing dan ancaman fisik berupa penguntitan di dunia nyata pada Februari 2026.
Suara.com - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, menjadi sasaran serangkaian aksi teror oleh pihak tak dikenal setelah melayangkan kritik tajam terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
Intimidasi ini muncul sebagai reaksi atas surat terbuka BEM UGM kepada Direktur Eksekutif UNICEF yang menyoroti kegagalan negara dalam melindungi hak pendidikan, menyusul tragedi bunuh diri seorang bocah berinisial YBS (10) di NTT akibat tak mampu membeli alat tulis seharga Rp 10 Ribu.
Tiyo mengatakan bahwa serangan tersebut masuk secara masif melalui pesan singkat.
"Kita mendapatkan teror dalam bentuk pesan-pesan dari nomor yang tidak dikenal, tetapi kontaknya adalah kontak Inggris Raya," ujar Tiyo yang dikutip pada, Rabu (18/2/2026).
Rangkaian intimidasi yang menimpa aktivis mahasiswa ini tidak hanya terjadi di ruang siber, namun juga mulai mengancam keselamatan fisik di dunia nyata.
Berikut adalah fakta-fakta penting terkait kronologi dan eskalasi teror yang dialami oleh Ketua BEM UGM:
1. Pemicu Teror
Rangkaian intimidasi ini bermula setelah Tiyo Ardianto mengirimkan surat terbuka kepada Direktur Eksekutif UNICEF pada 6 Februari 2026.
Surat tersebut merupakan bentuk protes keras atas kematian tragis seorang bocah berinisial YBS (10) di NTT yang bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan pulpen seharga Rp10.000.
Baca Juga: Surati UNICEF, Ketua BEM UGM Diteror Nomor Asing hingga Ancaman Penculikan
Dalam suratnya, Tiyo menulis, “What kind of world do we live in when a child loses his life because he cannot afford a pen and a book?”.
Dalam pandangan Tiyo, kematian tragis YBS adalah bukti autentik dari adanya kegagalan sistemik di mana negara dianggap abai dan gagal menyusun prioritas kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil.
2. Kritik Tajam terhadap Prioritas Anggaran Pemerintah
Dalam kritiknya, BEM UGM secara tajam menyoroti adanya jurang ketimpangan dalam kebijakan anggaran di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Tiyo mengecam keras skala prioritas pemerintah yang dinilai tidak manusiawi, di mana negara sanggup menyetorkan dana fantastis sebesar Rp16,7 triliun untuk Board of Peace (BoP) sebuah lembaga internasional yang penuh kontroversi, serta menggelontorkan Rp1,2 triliun setiap harinya demi program Makan Bergizi Gratis (MBG), sementara di saat yang sama, seorang anak di pelosok negeri harus kehilangan nyawa hanya karena tidak mampu membeli alat tulis seharga sepuluh ribu rupiah.
Kritik tajam tersebut dilayangkan Tiyo dengan menyebut kebijakan pemerintah sebagai langkah yang 'bodoh' karena dinilai salah dalam menetapkan skala prioritas nasional.
Berita Terkait
-
Intimidasi Makin Meluas, Ibu Ketua BEM UGM dan 30 Pengurus Jadi Sasaran Teror Digital
-
Teror Cairan Kimia di Cempaka Putih: Saat Pelajar Jadi Korban Serangan Acak Teman Sebayanya
-
Surati UNICEF, Ketua BEM UGM Diteror Nomor Asing hingga Ancaman Penculikan
-
DPR Kecam Keras Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Itu Praktik Pembungkaman
-
Berkaca dari Ledakan SMAN 72 dan Molotov Kalbar, Pengamat: Monster Sesungguhnya Bukan Siswa
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
KSAD Minta Keluarga Prajurit TNI yang Bertugas di Lebanon Tak Risau: Doakan Saja
-
Menjangkau Area Terisolir, Tito Pastikan Bantuan Tersalurkan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
-
Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur, Menlu Sugiono Mengutuk Keras Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL
-
Tinjau Aceh Tamiang, Tito Karnavian Pastikan Penanganan Pengungsi Dipercepat
-
SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga
-
Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan
-
Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini
-
Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah