- Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menginstruksikan pemindahan tumpukan kayu masif penyumbat Bendungan Keureuto.
- Pemindahan kayu bertujuan mencegah potensi banjir bandang besar akibat tekanan material pada pintu bendungan setempat.
- Dasco menjamin payung hukum bagi PT Satya Agung yang meminjamkan lahan HGU untuk menampung material tersebut.
Suara.com - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memberikan instruksi tegas untuk segera memindahkan tumpukan kayu yang menyumbat Bendungan Keureuto ke lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Satya Agung.
Langkah tersebut diambil guna menghindari potensi banjir bandang yang lebih besar akibat tekanan material kayu pada pintu bendungan.
Masalah ini mencuat dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Awalnya, anggota Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra, TA Khalid, mengungkapkan kondisi darurat di lokasi bendungan yang dipenuhi material kayu dalam jumlah masif.
"Ada tumpukan kayu 5 hektare, kedalaman menurut PU itu 1 sampai 2 meter. Ini bergerak, kalau dia bergerak menendang sampai pintu bendungan ini banjir melebihi banjir kemarin. Sehingga PU berkoordinasi dengan Satgas DPR RI, kita sudah duduk bersama," kata Khalid.
Ia menjelaskan bahwa pihak PT Satya Agung sebenarnya telah bersedia meminjamkan lahannya sebagai tempat penampungan kayu-kayu tersebut.
Namun, pihak perusahaan memerlukan jaminan payung hukum agar niat baik membantu pemerintah tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
"Ada lahan HGU daripada Satya Agung kita minta Satya Agung dan sudah dikasih, tapi mereka laporan kemarin jajaran dari PT Satya Agung minta kerja sama diteken oleh Satgas DPR RI atau diteken oleh kami karena mereka takut nanti jangan dia mau bantu kayu yang numpuk pindah ke lahan dia malah dia yang jadi masalah maka ini mohon perhatian segera," paparnya.
Khalid menambahkan, kekhawatiran perusahaan muncul jika di masa depan tumpukan kayu tersebut justru dianggap sebagai temuan pelanggaran saat dilakukan pemeriksaan resmi.
Baca Juga: Purbaya Kritik Bappenas soal Anggaran Banjir Sumatra: Diketok Sedikit Biar Kerja Lebih Cepat
"Karena mereka minta jaminan atas bantuannya, karena takut Pak Tito kayu dalam bendungan pindah ke lahan mereka begitu pemeriksaan seolah dia jadi musibah," katanya.
Merespons urgensi tersebut, Dasco selaku pimpinan rapat langsung memutuskan agar proses pemindahan kayu dilakukan secepat mungkin demi keselamatan masyarakat di sekitar bendungan.
"Kita putuskan di sini bahwa hal tersebut bisa dilakukan. Bahwa kayu-kayu yang ada di sungai dapat segera diangkut dan ditaruh di lahan tersebut," jawab Dasco.
Terkait kekhawatiran PT Satya Agung, Dasco menegaskan kesiapannya bersama pemerintah untuk memberikan jaminan keamanan hukum bagi pemilik lahan yang telah membantu proses evakuasi material bencana tersebut.
"Mengenai masalah payung hukumnya nanti kalau dia minta jaminan, biar nanti ketua satgas pemerintah dan ketua satgas DPR yang menandatangani semua untuk menjamin supaya tidak terjadi satu dan lain hal terhadap pemilik lahan yang sudah bersedia membantu supaya kayu-kayu tersebut tidak kemudian membuat bendungan terjadi apa pun," imbuhnya.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi fungsi Bendungan Keureuto serta meminimalkan risiko jebolnya pintu air akibat hantaman kayu saat debit air meningkat.
Berita Terkait
-
Purbaya Kritik Bappenas soal Anggaran Banjir Sumatra: Diketok Sedikit Biar Kerja Lebih Cepat
-
Purbaya Gelontorkan Rp 75 Triliun Pulihkan Banjir Sumatra, Cair Bertahap 3 Tahun
-
Debat Panas di DPR, Dasco Pasang Badan Demi Bantuan Diaspora Masuk ke Aceh
-
Update Pascabencana Sumatra, Menkes: 8.850 Rumah Tenaga Kesehatan Terdampak Butuh Renovasi Segera
-
Purbaya Tambah Anggaran TKD Rp 10,65 Triliun ke Aceh, Sumut, Sumbar
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres
-
Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar
-
Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW
-
Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan
-
Buntut Sengketa SMAN 1 Bandung, Gugatan PLK di PTUN Dinilai Ancam Kepemilikan Aset Negara
-
Wadanyon TPNPB-OPM Diciduk di Bandara Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Sita Amunisi
-
Penampakan Lukisan Emas dan Mercy Koruptor Jimmy Sutopo yang Dilelang Rp5,5 Miliar, Mewah Banget!
-
PDIP Balas Pujian Prabowo: Kami Memang Seharusnya di Luar Pemerintah
-
Bareskrim Bongkar Sindikat Kosmetik Merkuri di Cirebon, Pemilik Akun Lou Glow Ditangkap
-
Andrie Yunus Nyaris Buta, Bakal Dikirim ke Profesor India yang Tangani Novel Baswedan