- Kematian Affan Kurniawan, ojek online yang tewas terlindas Rantis Brimob di Benhil, memicu eskalasi demonstrasi Agustus.
- Demonstrasi berubah dari damai menjadi meningkat drastis setelah kabar kematian Affan menyebar cepat melalui media sosial.
- Aksi massa bertambah signifikan, melibatkan elemen ojek online dan warga biasa, sebagai respons atas kematian sipil tersebut.
Suara.com - Komisi Pencari Fakta yang dibentuk oleh Koalisi Masyarakat Sipil menyebut jika demonstrasi bulan Agustus bisa mengalami eskalasi setelah mendapat kabar soal pembunuhan Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas dilindas oleh Rantis Brimob.
EKSKLUSIF SUARA: CINTA DAN JARI YANG PATAH DI UTARA JAKARTA
Affan tewas dilindas saat sedang menjalankan pekerjaannya sebagai ojek online. Kebetulan, ia melintas di kawasan Bendungan Hilir (Benhil) saat massa sedang dipukul mundur oleh aparat.
Peneliti Komisi Pencari Fakta, Ravio Patra mengklaim, jika sebelum kematian Affan, demonstrasi berlangsung damai, bahkan dinilai belum ada tindakan kerusuhan dan kekerasan.
Namun kondisi tersebut berubah total, ketika adanya kabar tentang kematian Affan Kurniawan. Berita itu tersebar begitu cepat melalui sosial media.
EKSKLUSIF SUARA: BOCAH-BOCAH DI SARANG POLISI: ASAL TANGKAP PERKARA AKSI AGUSTUS
“Sebelumnya, demonstrasi berlangsung damai sepanjang hari, tidak ada kerusuhan, tidak ada kekerasan. Tapi semua ini berubah setelah kabar pembunuhan Affan Kurniawan meluas di media sosial,” ujarnya.
Sebelumnya, massa yang ikut melakukan aksi demonstrasi merupakan pelajar dan mahasiswa. Namun, setelah terjadinya peristiwa tewasnya Affan Kurniawan, elemen ojek online jadi ikut dalam aksi sebagai bentuk solidaritas.
EKSKLUSIF SUARA: BUKU PUTIH KAUM ANARKIS
Baca Juga: Jelang Vonis 60 Terdakwa Aksi Demo, PN Jakut Dipenuhi Karangan Bunga: Bebaskan Tahanan Politik!
“Sekarang ojol ikut aksi, ojol itu ada di mana-mana seIndonesia. Warga biasa yang tadinya tidak punya alasan untuk ikut demonstrasi, jadi punya alasan karena marah melihat sesama warga mengalami pembunuhan,” jelasnya.
Kemudian, lanjut Ravio, penyebab terjadinya peristiwa kerusuhan, penyerangan hingga pengerusakan yakni akibat tindakan aparat kepolisian yang brutal hingga menyebabkan kematian seorang warga sipil.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh KPF, aksi demonstrasi usai tewasnya Affan Kurniawan sangat meningkat drastis. Pada hari pertama dalam rangkaian demontrasi Agustus, ada 23 aksi demontrasi, dan pada hari kedua ada sekitar 7 aksi demonstrasi di beberapa kota.
Kemudian, pada tanggal 30 Agustus, aksi demontrasi mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Tercatat, ada 115 demontrasi di sejumlah kota dengan titik aksi yanv berbeda.
“Ini terjadi peningkatan yang sangat signifikan setelah Affan meninggal. Jadi Affan meninggal pada 28 Agustus malam. Di sini angkanya masih relatif terkontrol ya,” katanya
“Setelah 28 langsung naik ke 49, yang kami simpulkan sebagai orang-orang masih bersiap. Lalu tanggal 30 Agustus terjadi peningkatan sampai 76 demonstran di 76 kota,” imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Kata-kata Pemerintah Indonesia Tahu Aktivis Global Sumud Flotilla Disiksa Israel
-
Menko PMK Pratikno Mengaku Selalu Ketakutan Setiap Ditelepon Menteri PPPA, Ada Apa?
-
Dukung Prabowo Sikat Oknum 'Coklat' dan 'Hijau' Beking Kejahatan, Sahroni: Pecat dan Pidana!
-
KPK: Seharusnya MBG Dilakukan Secara Selektif, Bukan Masif
-
KPK Beberkan 1.720 Laki-laki Terjerat Korupsi, Perempuan Lebih 'Tahan Iman'?
-
Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Distrum Hingga Tulang Rusuk Patah dan Sulit Nafas
-
Menteri PPPA Serukan Perang Lawan Kekerasan: 1 dari 2 Anak Pernah Jadi Korban
-
Indonesia Harusnya Bisa Lobi Israel Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Karena Ini
-
Sebut Kelas Menengah Makin Rentan, Sosiolog UGM: Apabila Tak Diatasi Cepat, Dampaknya Akan Beruntun