News / Nasional
Jum'at, 20 Februari 2026 | 13:26 WIB
Ilustrasi pelayanan Pemkot Surabaya terhadap masyarakat. (Dok: Pemkot Surabaya)

"Instrumen ini memperkuat fungsi pengendalian dan pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy), sekaligus meningkatkan akuntabilitas vertikal kepada pimpinan daerah," terangnya.

Penyederhanaan layanan melalui platform "Kantorku" dan "WargaKu" juga menjadi bagian dari transformasi birokrasi. Platform tersebut dirancang untuk meningkatkan efektivitas layanan internal pemerintahan maupun layanan kepada masyarakat. "Transformasi ini mempercepat respons birokrasi, mengurangi fragmentasi prosedur, serta memperkuat orientasi pelayanan publik," ujarnya.

Wali Kota Eri menekankan bahwa tujuan akhir dari SAKIP adalah kesejahteraan rakyat. Melalui sistem evaluasi berbasis data by name by address, Pemkot Surabaya memastikan intervensi sosial dilakukan secara akurat.

"Dengan pendekatan ini, kebijakan tidak lagi bersifat agregatif semata, tetapi mampu mengidentifikasi individu dan keluarga yang benar-benar membutuhkan intervensi. Akibatnya, bantuan sosial dan program pemberdayaan menjadi semakin terarah, presisi, dan berdampak langsung," paparnya.

Ke depan, ia menekankan tantangan utama adalah menjaga budaya monitoring serta memperkuat manajemen pengetahuan (knowledge management). Untuk itu, ia mendorong setiap inovasi di perangkat daerah (PD) untuk didokumentasikan secara sistematis agar dapat direplikasi oleh PD lainnya.

"Pendokumentasian inovasi perangkat daerah harus dilakukan secara tertib dan sistematis agar praktik baik tidak berhenti pada unit tertentu, melainkan dapat direplikasi dan dikembangkan oleh seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Surabaya," katanya.

Wali Kota Eri menegaskan bahwa visi Surabaya adalah menjadi kota dunia dengan standar internasional. Baginya, capaian SAKIP "AA" menjadi pijakan untuk mengadopsi tata kelola global demi mewujudkan Surabaya yang berdaya saing dan berorientasi pada kesejahteraan warga.

"Dengan demikian, akuntabilitas kinerja tidak hanya memenuhi standar administratif nasional, tetapi juga bergerak menuju standar tata kelola kota berkelas dunia," pungkasnya. (ADV)

Baca Juga: Tito Karnavian Tinjau MPP Denpasar, Pastikan Pembebasan BPHTB dan PBG Berjalan Efektif

Load More