- Anggota DPRD DKI Jakarta menduga oknum Dishub terlibat dalam parkir liar Cempaka Putih setelah jukir ditangkap.
- Juru parkir mengaku mendapat pasokan seragam dan tiket dari oknum koordinator lapangan Dishub berinisial R.
- Gubernur DKI Jakarta mengancam akan membebastugaskan aparat yang terbukti terlibat pungutan liar demi memberantas praktik tersebut.
Suara.com - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ahmad Lukman Jupiter membongkar dugaan adanya keterlibatan oknum Dinas Perhubungan (Dishub) dalam praktik lancung parkir liar di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Dugaan ini mencuat ke permukaan setelah aparat kepolisian meringkus sejumlah juru parkir liar yang nekat memungut biaya ilegal dengan mengenakan atribut menyerupai petugas resmi.
Jupiter mensinyalir bahwa para jukir nakal tersebut mendapatkan sokongan berupa pasokan seragam hingga atribut khusus dari oknum di lingkungan instansi terkait.
Kondisi carut-marut ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa pengawasan terhadap sistem pengelolaan perparkiran di Jakarta masih sangat lemah.
"Harus segera dibenahi secara serius," ujar Jupiter, mengutip dari laman resmi DPRD DKI Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Sang legislator menekankan bahwa penanganan kasus tersebut tidak boleh hanya berhenti pada penindakan para juru parkir yang berada di barisan lapangan.
Apabila ditemukan pihak yang sengaja memasok tiket, atribut, atau memberikan bantuan dalam praktik ilegal tersebut, maka proses hukum harus diusut hingga ke akarnya.
"Tidak boleh ada pembiaran, apalagi perlindungan terhadap oknum yang merugikan masyarakat," tegas Jupiter.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, salah satu pelaku secara blak-blakan mengaku memperoleh tiket dan atribut dari sosok berinisial R, yang disebut sebagai koordinator lapangan Dishub di Jakarta Pusat.
Baca Juga: Lingkaran Setan Parkir Liar Jakarta: Antara Keterbatasan Lahan dan 'Lahan' Mata Pencaharian
Menanggapi kabar miring yang mencoreng citra instansi pemerintah tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan peringatan yang sangat keras.
Pramono menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun aparat pemerintah yang terbukti melakukan penyimpangan atau pungutan liar.
"Selama itu aparat Pemerintah DKI Jakarta, termasuk PJLP, maka saya tidak segan-segan untuk membebastugaskan. Kami nggak melakukan kompromi untuk itu," kata orang nomor satu ibu kota itu di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).
Ketegasan sang Gubernur diharapkan mampu memberangus rantai kongkalikong oknum petugas yang selama ini meresahkan warga di ibu kota.
Mengingat sebelumnya, kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat kembali mendapat sorotan imbas penyakit lama parkir liar, dengan motif "getok tarif" hingga Rp100 ribu per pengunjung.
Delapan orang juru parkir liar pun sudah diamankan Polsek Tanah Abang setelah salah satu aksi mereka diviralkan oleh seorang pengunjung di media sosial.
Berita Terkait
-
Lingkaran Setan Parkir Liar Jakarta: Antara Keterbatasan Lahan dan 'Lahan' Mata Pencaharian
-
Gak Pandang Bulu! Sudinhub Jakbar Angkut Paksa Mobil Towing Polisi yang Parkir Sembarangan
-
Parkir Liar Merajalela di Tanah Abang, Rano Karno Janjikan 'Bersih-Bersih' Total dalam 3 Hari!
-
Rano Karno Yakin Parkir Liar di Tanah Abang Bisa Tertib Dalam 3 Hari
-
Getok Tarif Parkir Rp100 Ribu, Polisi Ciduk 8 Jukir Liar di Tanah Abang
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami