- KPK di Jakarta mengingatkan PT Agrinas Pangan Nusantara agar transparan mengadakan 105.000 kendaraan program koperasi.
- Pada Februari 2026, Direktur Utama Agrinas mengonfirmasi impor kendaraan dari perusahaan India, Mahindra dan Tata Motors.
- Imbauan ini merespons dugaan penunjukan langsung untuk mencegah praktik penyimpangan serta pengondisian spesifikasi pemasok kendaraan.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan agar rencana pengadaan 105.000 unit kendaraan untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan. Imbauan ini disampaikan menyusul mencuatnya informasi rencana impor kendaraan dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa seluruh pengadaan barang dan jasa dalam program pemerintah harus taat prosedur untuk meminimalkan potensi penyimpangan.
"KPK mengimbau agar setiap pengadaan barang dan jasa dalam menjalankan program-program pemerintah dilakukan secara taat prosedur untuk memitigasi adanya penyimpangan," ujar Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Senin.
Selain aspek prosedural, KPK juga menyoroti pentingnya kesesuaian spesifikasi kendaraan dengan kebutuhan program. Menurut Budi, penentuan spesifikasi yang tidak tepat dapat membuka celah praktik pengondisian barang maupun pemasok.
"Termasuk penentuan spesifikasi yang juga harus sesuai dengan kebutuhan, untuk mencegah adanya praktik pengondisian barang ataupun penyuplainya," katanya.
Budi menambahkan, peran pengawasan menjadi krusial dalam setiap tahapan pengadaan, termasuk dalam rencana pengadaan kendaraan oleh Agrinas. Pengawasan dinilai penting untuk memastikan proses berjalan akuntabel sejak perencanaan hingga pelaksanaan.
Pernyataan KPK tersebut disampaikan untuk merespons dugaan penunjukan langsung dua produsen kendaraan asal India dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Isu ini sebelumnya mencuat setelah adanya pengumuman dari produsen otomotif India, Mahindra and Mahindra Ltd, pada 4 Februari 2026.
Dalam pengumuman di laman resminya, Mahindra and Mahindra Ltd menyebutkan akan memasok sebanyak 35.000 unit kendaraan pikap tipe Scorpio untuk Indonesia. Informasi itu kemudian diperkuat oleh pernyataan Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, pada 20 Februari 2026.
Joao mengonfirmasi bahwa total kendaraan yang akan diimpor mencapai 105.000 unit dari perusahaan otomotif India. Rinciannya terdiri atas 35.000 unit mobil pikap 4x4 dari Mahindra and Mahindra Ltd, 35.000 unit pikap 4x4 dari Tata Motors, serta 35.000 unit truk roda enam dari pabrikan yang sama.
Baca Juga: KPK Soroti Pengadaan 105 Ribu Mobil India Mahindra oleh Agrinas: Waspada Praktik Pengondisian
Rencana pengadaan berskala besar tersebut kini menjadi sorotan publik, seiring dengan dorongan KPK agar setiap proses pengadaan pemerintah dijalankan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan.
Berita Terkait
-
KPK Soroti Pengadaan 105 Ribu Mobil India Mahindra oleh Agrinas: Waspada Praktik Pengondisian
-
Bikin Publik Kecewa, Dasco Langsung Minta Pemerintah 'Rem' Rencana Impor 105 Ribu Mobil dari India!
-
Kontroversi Impor Mobil India Rp 24 Triliun Saat Pabrik Lokal Sedang Nganggur
-
KPK Buka Peluang Panggil OSO Usai Menag Nasaruddin Beri Klarifikasi Soal Jet Pribadi
-
Ancaman Impor Mobil India Terhadap Nasib Ribuan Buruh Komponen Otomotif Lokal
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Geger! Kafe AfterHour di Poins Square Hangus Dilalap Sijago Merah, Satu Karyawan Jadi Korban
-
Teka-teki 9 Kotak Jam Mewah Fadia Arafiq, KPK Buru Sisa Rolex yang 'Hilang' dari Wadahnya
-
Waspada Lewat S. Parman! Begal Modus Polisi Gadungan Gentayangan, Tuduh Korban Bawa Narkoba
-
Lingkaran Setan Kekerasan, 70 Persen Ayah yang Memukul Ternyata Pernah Jadi Korban Masa Kecil
-
Jejak Rolex Bupati Pekalongan di INTime Senayan City, KPK Periksa Manajer Toko Irwan Mussry
-
Jangan Diam, Hubungi Nomor Ini Jika Lihat Kekerasan Anak di Sekolah
-
Miris! Ternyata Cuma 46 Persen Kasus Bullying di Sekolah yang Berhasil Tuntas
-
Noel Ogah Ucapkan Terima Kasih ke Pimpinan KPK: Muak, Licik Seperti Bocil
-
Bukan Hanya Islam, Indro Warkop Ajak Semua Agama Bersatu Bela Palestina
-
Tak Terima Dituduh Menyekap dan Todong Senjata, Hercules Laporkan Balik Putri Ahmad Bahar ke Polisi!