- IRGC Iran mengumumkan keberhasilan melumpuhkan aset intelijen vital Amerika Serikat yaitu instalasi radar canggih FP132 di Qatar.
- Penghancuran radar berjangkauan 5.000 kilometer ini dilakukan pada Sabtu (28/2/2026) sebagai balasan serangan AS dan Israel terhadap Iran.
- Kehilangan radar ini memangkas waktu reaksi pertahanan rudal AS di kawasan Timur Tengah secara signifikan.
Suara.com - Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC Iran, secara resmi mengumumkan keberhasilan mereka dalam melumpuhkan salah satu aset intelijen paling vital milik Amerika Serikat yang ditempatkan di wilayah Teluk, persisnya Qatar.
Dalam sebuah pernyataan yang mengguncang peta kekuatan militer global, Iran mengonfirmasi penghancuran instalasi radar canggih di Qatar.
Pemboman fasilitas canggih militer Amerika Serikat itu dilakukan sebagai pembalasan, setelah AS serta Israel mengebom banyak teritori kedaulatan Iran, Sabtu (28/2/2026).
Langkah ini dianggap sebagai balasan strategis yang sangat terukur namun destruktif. Target yang dihancurkan bukanlah sembarang infrastruktur, melainkan sistem deteksi dini yang menjadi tulang punggung pertahanan udara AS dan sekutunya di kawasan tersebut dari ancaman serangan jarak jauh.
Melumpuhkan "Mata" Amerika di Qatar
Menurut pernyataan resmi yang dirilis oleh pihak militer Teheran, dikutip dari kantor berita Rusia, RIA Novosti, serangan tersebut secara spesifik menyasar sistem radar FP132.
Radar ini dikenal sebagai teknologi pemantau ruang angkasa dan lintasan rudal yang memiliki kemampuan luar biasa dalam mendeteksi objek di ketinggian tinggi dengan akurasi sangat tinggi.
"Radar FP132 buatan AS, dengan jangkauan 5.000 kilometer [3.106 mil], yang terletak di Qatar… digunakan untuk melacak rudal balistik, telah dihancurkan," kata IRGC dalam keterangan resminya pada hari Sabtu.
Penghancuran radar dengan jangkauan 5.000 kilometer ini memiliki implikasi teknis yang masif.
Baca Juga: Ada Kendaraan Tempur AS 'Ngetem', Negara-Negara Timur Tengah Ikut Kecipratan Rudal Iran
Dengan daya jangkau sejauh itu, radar tersebut praktis mampu mengawasi seluruh pergerakan udara tidak hanya di Iran, tetapi hingga ke sebagian wilayah Asia Tengah, Eropa Timur, hingga Afrika Utara.
Kehilangan aset ini berarti Amerika Serikat kini mengalami "kebutaan" parsial dalam memantau peluncuran rudal balistik yang mungkin diluncurkan dari dalam wilayah Iran.
Apa Fungsi Utama Radar Ini?
Radar FP132 dirancang sebagai bagian dari sistem pertahanan rudal balistik (BMDS) Amerika Serikat.
Fungsi utamanya adalah:
- Peringatan Dini: Mendeteksi peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) dari jarak ribuan kilometer.
- Pelacakan Objek Luar Angkasa: Memantau satelit dan sampah luar angkasa (Space Surveillance).
- Klasifikasi Target: Membedakan antara hulu ledak asli dengan umpan (decoys) atau sampah roket.
Apa Spesifikasi Teknisnya?
Tag
Berita Terkait
-
Ada Kendaraan Tempur AS 'Ngetem', Negara-Negara Timur Tengah Ikut Kecipratan Rudal Iran
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
Fakta Tersembunyi Iran Dikeroyok AS dan Israel: Benarkah Cuma karena Isu Kepemilikan Nuklir?
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026
-
Atasi Sampah Cilincing, Pemprov DKI Bakal 'Sulap' Limbah Kerang Jadi Material WC
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar