- IRGC Iran mengumumkan keberhasilan melumpuhkan aset intelijen vital Amerika Serikat yaitu instalasi radar canggih FP132 di Qatar.
- Penghancuran radar berjangkauan 5.000 kilometer ini dilakukan pada Sabtu (28/2/2026) sebagai balasan serangan AS dan Israel terhadap Iran.
- Kehilangan radar ini memangkas waktu reaksi pertahanan rudal AS di kawasan Timur Tengah secara signifikan.
Radar ini menggunakan teknologi Active Electronically Scanned Array (AESA) yang sangat canggih.
| Fitur | Deskripsi |
| Pabrikan | Raytheon Technologies (AS) |
| Tipe Radar | PAVE PAWS / Upgraded Early Warning Radar (UEWR) |
| Frekuensi | Ultra High Frequency (UHF), sekitar 420–450 MHz |
| Jangkauan | Hingga 5.000 Kilometer (3.000 mil) |
| Cakupan | 240 derajat hingga 360 derajat (tergantung jumlah wajah radar) |
| Bentuk | Bangunan berbentuk piramida terpancung dengan panel radar statis |
| Harga | USD 1 Miliar hingga USD 1,2 Miliar (sekitar Rp15 triliun - Rp19 triliun). |
Mengapa Radar FP132 Begitu Krusial?
Bagi para pengamat militer, radar FP132 adalah komponen integral dari sistem pertahanan rudal balistik terpadu.
Fungsi utamanya adalah memberikan peringatan dini (early warning) bagi sistem interseptor seperti Patriot atau THAAD.
Tanpa data dari radar FP132, waktu reaksi bagi pangkalan militer AS dan sekutunya untuk menghalau serangan rudal yang datang akan terpangkas secara drastis, meningkatkan risiko kerusakan pada fasilitas-fasilitas vital lainnya.
Keputusan Iran untuk menyerang fasilitas di Qatar juga menandai babak baru yang berbahaya dalam konflik ini.
Qatar selama ini dikenal sebagai negara yang menampung pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah, yakni Pangkalan Udara Al Udeid.
Serangan yang terjadi di wilayah kedaulatan Qatar menunjukkan bahwa Iran tidak lagi ragu untuk memperluas zona pertempuran ke negara-negara tetangga yang menjadi inang bagi kekuatan militer Amerika.
Klaim IRGC ini segera memicu kegemparan di pasar komoditas dan bursa saham internasional.
Baca Juga: Ada Kendaraan Tempur AS 'Ngetem', Negara-Negara Timur Tengah Ikut Kecipratan Rudal Iran
Para investor khawatir bahwa serangan terhadap infrastruktur militer di Qatar akan mengganggu jalur pelayaran energi di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama bagi pasokan minyak dan gas dunia.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pentagon belum memberikan rincian mendalam mengenai tingkat kerusakan di lokasi, namun ketegangan di lapangan dilaporkan masih berada pada level tertinggi.
Tag
Berita Terkait
-
Ada Kendaraan Tempur AS 'Ngetem', Negara-Negara Timur Tengah Ikut Kecipratan Rudal Iran
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
Fakta Tersembunyi Iran Dikeroyok AS dan Israel: Benarkah Cuma karena Isu Kepemilikan Nuklir?
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas