- Paus Leo XIV menyampaikan pesan keras kepada Presiden Trump di Vatikan pada 1 Maret 2026 mengenai eskalasi militer di Timur Tengah.
- Seruan Paus tersebut merupakan respons langsung setelah Trump mengancam akan menyerang Iran dengan kekuatan militer besar-besaran.
- Paus mendesak dialog tulus dan tanggung jawab moral untuk menghentikan kekerasan, sebab senjata hanya akan membawa kehancuran.
Suara.com - Pemimpin Takhta Suci Vatikan, Paus Leo XIV, menyampaikan pesan keras yang ditujukan langsung kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait eskalasi militer yang kian mencekam di Timur Tengah.
Dalam pidatonya di Vatikan pada Minggu (1/3/2026), Paus pertama yang lahir di Amerika Serikat tersebut menyerukan agar semua pihak mengedepankan akal sehat ketimbang kekuatan militer.
"Saya mengikuti dengan keprihatinan mendalam atas apa yang terjadi di Timur Tengah dan Iran selama masa yang penuh gejolak ini," ujar Paus Leo XIV dalam pidato resminya.
Paus menegaskan bahwa perdamaian yang berkelanjutan mustahil tercapai melalui ancaman timbal balik atau penggunaan alat utama sistem persenjataan.
Menurutnya, senjata hanya akan menabur kehancuran, penderitaan, dan kematian bagi rakyat yang tidak berdosa.
"Stabilitas dan perdamaian hanya dapat dicapai melalui dialog yang masuk akal, tulus, dan bertanggung jawab," tambahnya.
Seruan dari Vatikan ini muncul sesaat setelah Presiden Donald Trump melontarkan ancaman untuk menghantam Iran dengan "kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya."
Ancaman Trump tersebut merupakan respons atas janji balas dendam Teheran pasca-kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Paus Leo XIV memperingatkan bahwa dunia kini berada di ambang tragedi kemanusiaan dengan proporsi yang sangat besar.
Baca Juga: Iran Terancam Mundur dari Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan 3 Opsi Darurat
Ia mendesak para pemimpin dunia untuk memikul tanggung jawab moral guna menghentikan spiral kekerasan sebelum terlambat.
"Saya tujukan permohonan tulus kepada pihak-pihak yang terlibat untuk memikul tanggung jawab moral guna menghentikan spiral kekerasan sebelum ini menjadi jurang yang tak dapat diperbaiki!" tegas Sang Pontifex, dilansir via Mail Online.
Ia juga mengajak seluruh bangsa untuk kembali ke meja diplomasi demi mewujudkan hidup berdampingan secara damai yang berlandaskan pada keadilan.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump melalui pidato selama delapan menit dari resor Mar-a-Lago, Florida, pada Sabtu (28/2/2026), mengonfirmasi bahwa ia telah memerintahkan serangan "besar" terhadap Iran.
Langkah drastis ini diambil setelah negosiasi nuklir antara kedua negara dinyatakan gagal total.
Trump berargumen bahwa aksi militer ini bertujuan untuk melindungi rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman mendesak dari rezim Iran. Ia kembali menegaskan posisi kerasnya: "Rezim Iran tidak boleh mendapatkan senjata nuklir."
Berita Terkait
-
Iran Tergaskan Tak Bakal Tumbang Meski Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei Wafat
-
Kapal Tanker Berbendera AS Dihantam Proyektil Iran, Selat Hormuz Lumpuh Total
-
Menhan AS Sebut Operasi Militer Lawan Iran Bukan Perang Tanpa Akhir
-
Airlangga Wanti-wanti Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Iran
-
Arab Saudi Cegat Drone di Dekat Pangkalan Udara Prince Sultan Air Base
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kata-kata PBB soal Gencatan Senjata Lebanon - Israel, Menghentikan Penderitaan Rakyat di Jalur Biru
-
Polda Jambi Ringkus M. Alung Buronan Sabu 58 Kg yang Sempat Kabur
-
Menko Yusril Beberkan Alasan Kasus Air Keras Andrie Yunus Tak Bisa Masuk Peradilan Umum
-
Militer Israel Tembaki Lebanon Selatan Meski Gencatan Senjata Resmi Berlaku
-
Usai Lawatan ke Eropa, Prabowo Langsung Tancap Gas Bahas Program Prioritas di Ratas
-
Paus Leo ke Masjid Agung Aljazair: Assalamualaikum
-
Kepada Bahlil, Prabowo Perintahkan Sikat Tambang Ilegal di Hutan: Diberi Waktu Satu Minggu
-
Israel Pertahankan Zona Keamanan 10 Kilometer di Lebanon Selama Masa Gencatan Senjata
-
Israel dan Lebanon Hentikan Kontak Senjata Selama 10 Hari untuk Memulai Proses Diplomasi
-
TNI AD Bangun 300 Jembatan dalam 3 Bulan, KSAD Laporkan Langsung ke Prabowo