- Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan Indonesia dapat keluar dari Board of Peace (BoP) kapan saja, menanggapi serangan AS ke Iran.
- Keanggotaan Indonesia di BoP bertujuan mempercepat kemerdekaan, pembangunan, rekonstruksi, dan rehabilitasi Palestina sesuai tujuan utama pembentukannya.
- Surya Paloh menyebut Indonesia masih anggota BoP meskipun ada gejolak Timur Tengah, tetapi opsi keluar memerlukan evaluasi dan kesepakatan bersama.
Suara.com - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan, pilihan keluar dari Board of Peace (BoP) bisa saja dilakukan oleh Indonesia kapan saja.
Hal ini disampaikan Muzani menanggapi serangan Amerika Serikat (AS) selaku inisiator BoP, ke Iran.
Menurut Muzani, keanggotaan Indonesia di BoP baik ikut serta maupun keluar, sudah kerap disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
"Bagi Indonesia masuk dan keluar BOP adalah sesuatu yang, yang sesuatu yang bisa saja terjadi seperti beberapa kali disebutkan oleh presiden," kata Muzani usai bertemu Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2206).
Meski Indonesia bisa kapan pun memutuskan keluar dari keangggotaan, Muzani menilai proses menuju ke arah sana perlu kesepakatan bersama.
"Kita bisa saja kapan saja bisa keluar tetapi sekali lagi itu harus atas kesepakatan bersama-sama," kata Muzani.
Sementara itu bagaimana pandangan MPR atas keikutsertaan Indonesia di BoP? Muzani menyampaikan keanggotan di BoP menjadi bagian dari upaya untuk mempercepat proses kemerdekaan Palestina, serta pembangunan, rekonstruksi, dan rehabilitasi di negara tersebut.
"Dan itu tujuan utama dibentuknya BOP," kata Muzani.
"Nah cuma kemudian ada persoalan Iran ini saya kira itu yang juga beliau (presiden) tadi malam menyampaikan pandangan itu lebih jelas lagi," ujarnya.
Baca Juga: Pakar UGM: Perang AS-Israel Vs Iran Pertegas Momentum Indonesia Keluar dari Board of Peace
Indonesia sejauh ini masih ikut serta dalam keanggotaan di Board of Peace (BoP). Langkah tersebut tetap diambil, kendati gejolak di Timur Tengah meningkat akibat eskalasi konflik Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, sembari mengungkapkan pembahasan mengenai BoP dalam pertemuan silaturahmi dan diskusi yang digelar Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.
"Sampai hari ini barangkali masih dalam posisi seperti itu," kata Paloh usai pertemuan, Selasa (3/2/2026) malam.
Meski sejauh ini tetap menjadi anggota BoP, tidak menutup kemungkinan Indonesia bersama negara lain anggota BoP mengambil opsi lain.
"Kecuali ada perkembangan bersama beberapa negara lain nanti, mengevaluasi ulang kembali arti keberadaan Indonesia di BoP bersama beberapa negara lainnya," kata Paloh.
Paloh mengungkapkan dalam pertemuan Selasa malam, Prabowo sekaligus menjelaskan latar belakang serta pemikiran strategis yang menjadi alasan Indonesia menjadi anggota BoP.
Berita Terkait
-
Pakar UGM: Perang AS-Israel Vs Iran Pertegas Momentum Indonesia Keluar dari Board of Peace
-
Hassan Wirajuda ke Prabowo: Jadi Mediator Iran-AS Butuh Restu Kedua Pihak
-
Surya Paloh: Indonesia Tetap di Board of Peace, Kecuali Ada Evaluasi Bersama
-
Prabowo Evaluasi Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Pasca-Agresi AS ke Iran, Siap Keluar?
-
Menlu Sugiono Jawab Desakan Publik Agar Indonesia Keluar dari Board of Peace
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Detik-detik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU
-
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Diduga Terima Rp5,5 Miliar dari Perusahaan Keluarga
-
Spanyol Buka Suara: Amerika Serikat Tak Beri Peringatan Sekutu Sebelum Serang Iran
-
Aturan Baru Lapangan Padel di Jakarta: Jarak ke Pemukiman Minimal 160 Meter, Lebar Jalan 15 Meter
-
Menko Polkam Instruksikan Bandara-Stasiun Kerja Optimal Saat Lebaran, Wanti-wanti Hal Ini
-
Aset PT MASI Rp 14,5 Triliun Dibekukan, Korban Ilegal Akses Desak Kepastian Uang Kembali
-
Turkiye Tangkis Rudal Iran, Kirim Peringatan ke Teheran
-
Timur Tengah Memanas, DPR Segera Panggil Kementerian Haji Bahas Nasib Jemaah Umrah
-
Ketegangan Memuncak: Korban Jiwa di Iran Tembus 1.145 Orang
-
Pengamat: BHR untuk Mitra Ojol Bentuk Kebijakan Perusahaan Berbasis Produktivitas