- Presiden AS Trump mengkritik Spanyol karena tidak memenuhi target anggaran pertahanan NATO 3,5% PDB pada Selasa (4/3/2026).
- PM Spanyol Sánchez menolak target anggaran tersebut, menganggap peningkatan militer saat ini tidak masuk akal dan kontraproduktif.
- Ketegangan diperparah oleh penolakan Spanyol mendukung operasi militer AS dan Israel pasca tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran.
Suara.com - Ketegangan diplomatik di dalam internal NATO pecah ke permukaan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik pedas terhadap Spanyol.
Pernyataan keras ini disampaikan Trump dalam pertemuan resmi di Ruang Oval bersama Kanselir Jerman yang baru, Friedrich Merz, pada Selasa (4/3/2026).
Fokus utama kritik tersebut adalah kegagalan Spanyol dalam memenuhi komitmen pengeluaran pertahanan yang telah disepakati oleh negara-negara anggota NATO pada tahun lalu.
Dalam kesepakatan tersebut, NATO menetapkan target baru bagi setiap anggota untuk mengalokasikan 3,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) guna memperkuat anggaran pertahanan inti.
Seperti yang diwartakan Forbes, Friedrich Merz mencatat bahwa Spanyol masih jauh dari target tersebut.
Di sisi lain, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, secara tegas menolak perubahan target anggaran tersebut sejak tahun lalu.
Sánchez berargumen bahwa peningkatan belanja militer di tengah kondisi ekonomi saat ini tidak hanya "tidak masuk akal", tetapi juga akan menjadi langkah yang "kontraproduktif" bagi stabilitas negaranya.
Sikap keras Spanyol ini tidak lepas dari posisi politik mereka sebagai anggota Uni Eropa yang paling vokal mengkritik keterlibatan militer di Iran.
Pedro Sánchez secara terbuka menyebut gelombang serangan udara yang dilakukan AS dan Israel sebagai "intervensi militer yang berbahaya dan tidak dapat dibenarkan."
Baca Juga: Pakar UGM: Perang AS-Israel Vs Iran Pertegas Momentum Indonesia Keluar dari Board of Peace
Menteri Luar Negeri Spanyol, Albares, bahkan menegaskan bahwa Spanyol tidak akan bekerja sama dengan militer AS dalam operasi ini.
Meskipun Spanyol menyatakan tetap mendukung "demokrasi, kebebasan, dan hak asasi manusia bagi rakyat Iran," mereka menolak jalan kekerasan sebagai solusi.
Eskalasi Militer: Kematian Pemimpin Tertinggi Iran
Situasi di Timur Tengah sendiri kini berada pada titik paling kritis dalam sejarah modern.
Operasi militer besar-besaran yang diluncurkan AS dan Israel pada akhir pekan lalu dilaporkan telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Insiden ini memicu kekhawatiran akan terjadinya perang total di kawasan tersebut.
Trump memberikan sinyal bahwa konflik ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu. Namun, ia dengan percaya diri menyatakan bahwa AS memiliki kapabilitas militer untuk bertahan jauh lebih lama dari itu jika diperlukan.
Berita Terkait
-
Paus Minta AS Hentikan Serangan di Timur Tengah, Trump Justru Bersiap Tingkatkan Operasi
-
Tanah Air Porak Poranda, Sara Didar Tahan Tangis Demi Asa Timnas Putri Iran di Piala Asia
-
Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk
-
Spanyol Buka Suara: Amerika Serikat Tak Beri Peringatan Sekutu Sebelum Serang Iran
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Ray Rangkuti Khawatir Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di Bursa Pilpres Mirip SBY 2004
-
AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana
-
Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk
-
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
-
Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
Bantuan untuk eks Pengguna Narkoba dan ODHIV Cair, Kemensos Ubah Skema Jadi Uang Tunai Segini!
-
Setelah Bangkai Anjing, Kini Giliran Alat Berat! Misteri Teror Beruntun Tim Relawan di Aceh Tamiang
-
Kementerian HAM Kenalkan Program Kampung Redam dan Desa Sadar HAM di Lombok Barat
-
Menlu Sugiono Kirim Surat Belasungkawa Wafatnya Ali Khamenei ke Dubes Iran, Ini Alasannya
-
Detik-detik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU