- Presiden Prabowo bertemu ulama dan pimpinan ormas Islam di Istana Jakarta pada Kamis malam untuk silaturahmi santai.
- Dalam pertemuan tersebut, dibahas persiapan liburan Lebaran serta dinamika geopolitik dunia kepada para tokoh agama.
- Forum dialog tiga jam ini bertujuan menyamakan pandangan antara pemerintah dan ulama mengenai tantangan bangsa serta persatuan.
Suara.com - Suguhan khas Nusantara menjadi kudapan yang disajikan dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan para ulama, pimpinan ormas Islam, serta pengasuh pondok pesantren di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis malam.
Diketahui, Prabowo lebih dahulu melakukan pertemuan diselingi berbuka puasa bersama dengan ulama dan pimpinan dari tiga organisasi, yakni Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Achyar, Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia K.H. Anwar Iskandar di Istana Merdeka.
Prabowo menjamu mereka di satu meja bersama. Tidak hanya makan bersama, Prabowo turut berdiskusi tentang sejumlah hal bersama ketiga tokoh Islam tersebut.
“Sembari berbuka, Presiden Prabowo berbincang dan berdiskusi terkait persiapan liburan Lebaran di Tanah Air, sekaligus membahas dinamika geopolitik dunia,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya.
Sementara itu di sisi Istana lain, di halaman tengah Istana Kepresidenan, para undangan yang terdiri dari ulama, pimpinan ormas Islam, dan pengasuh pondok pesantren turut hadir. Mereka hadir memenuhi undangan kepala negara dalam agenda silaturahmi.
Setelah berbuka puasa bersama ketiga ulama, Prabowo menyusul kemudian ke sisi Istana lain. Sekitar pukul 20.00 WIB, Prabowo bergabung dalam pertemuan dengan ulama.
"Itu yang beliau bersama. Habis itu bergabung dengan kita," kata Ketua Umum Wahdah Islamiyah Zaitun Rasmin, usai pertemuan, Kamis (5/2/2026).
Sebelumnya, Zaitum menyampaikan ia bersama ulama lain sudah lebih dahulu berbuka puasa dengan suguhan menu khas Nusantara.
"Makan khas nusantara, ada pisang goreng juga, ada soto banjar. Tapi ada juga makanan Arab yang enak tuh, yang nasi mandi," kata Zaitun.
Baca Juga: Waspadai Sikap Ngawur Donald Trump, Pakar UGM Sarankan Diplomasi Halus Terkait Ide Keluar dari BoP
Suasana pertemuan tersebut berlangsung santai diisi saling berbincang antara ulama.
"Alhamdulillah sangat... dan suasana tuh santai. Kita buka puasa, alhamdulillah enak, santai, ngobrol dengan tokoh-tokoh, baru kemudian masuk," kata Zaitun.
Adapun Prabowo menyampaikan paparan dalam pidatonya di hadapan ulama, kurang lebih tiga jam.
"Tiga jam. Ya, full itu," kata Zaitun.
Silaturahmi antara Prabowo dengan para kiai dan tokoh Islam menjadi ruang dialog untuk bertukar pandangan antara pemerintah dan tokoh agama mengenai sejumlah isu strategis, baik dalam negeri maupun global.
“Pertemuan ini dimaksudkan untuk saling memahami dan saling mendengar terkait perkembangan informasi geopolitik dan geokonomi yang terjadi akhir-akhir ini,” kata Ketua MPR Ahmad Muzani, usai pertemuan.
Berita Terkait
-
Bocah SD 'Roasting' Prabowo Subianto Pakai Istilah Politik Sensitif, Antek Asing Ikut Diucap
-
Waspadai Sikap Ngawur Donald Trump, Pakar UGM Sarankan Diplomasi Halus Terkait Ide Keluar dari BoP
-
Gus Yahya Yakin Presiden Prabowo Punya Modal Kuat Jadi Mediator Konflik Timur Tengah
-
Prabowo dan Pemimpin Pakistan Akan Terbang ke Teheran, Misi Juru Damai Didukung Timur Tengah?
-
Tak Cukup Utus Menlu, Habib Rizieq Desak Prabowo Sampaikan Duka Cita Terbuka untuk Ali Khamenei
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Prabowo Subianto dan Luhut Binsar Pandjaitan Bahas Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi
-
Ketua API Kritik Pernyataan JK Soal Konflik Agama
-
KRL Mati Listrik di Lintas KebayoranSudimara, KAI Commuter Sebut Gangguan Gardu PLN
-
Dony Oskaria: Karyawan BUMN Harus Aktif Jelaskan Kebijakan Negara ke Publik
-
Kemlu Pastikan 13 WNI Selamat dari Kebakaran Besar di Malaysia, Begini Kondisinya
-
UU PPRT Disahkan: Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Lagi Pekerja Tanpa Perlindungan
-
Lansia Tewas Tertabrak KRL di Rawa Buaya Jakarta Barat, Identitas Masih Misteri
-
Tak Cuma Berebut Minyak dan Rute Dagang: Siapa Saja Kubu yang Berebut Uranium Iran?
-
BNI Dorong Kesetaraan Gender, Perkuat Peran Perempuan di Dunia Kerja dan Masyarakat
-
Panas! Iran Siaga Penuh Antisipasi Serangan Amerika Serikat