- Polsek Kramat Jati memburu spesialis pencurian uang takziah di Jakarta Timur yang aksinya terekam CCTV.
- Pelaku diduga telah melakukan aksi serupa di dua lokasi sebelumnya dengan modus berpura-pura menjadi pelayat.
- Polisi menggunakan sketsa wajah dan rekaman untuk identifikasi, namun pelaku kuat dugaan telah meninggalkan lokasi persembunyian.
Namun, setelah dilakukan verifikasi lebih lanjut di lapangan, informasi tersebut ternyata tidak akurat.
"Kemarin, ada beberapa informasi katanya kenal, ternyata bukan," ucap Fadoli.
Berdasarkan data penyelidikan sementara, muncul dugaan bahwa pelaku memiliki alamat atau berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, namun hal ini masih dalam tahap pendalaman lebih lanjut oleh penyidik.
Mengenai kerugian materiil yang dialami oleh keluarga korban di Kramat Jati, pihak kepolisian belum bisa memberikan angka pasti.
Hal ini dikarenakan sumbangan dari para pelayat yang berada di dalam amplop-amplop tersebut belum sempat didata oleh pihak keluarga sebelum digasak oleh pelaku.
"Karena sumbangan warga yang ada di amplop belum sempat dibuka dan dihitung oleh keluarga, jadi tidak diketahui jumlahnya," ungkap Fadoli.
Aksi pencurian di Kramat Jati ini ternyata bukanlah aksi tunggal. Berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan, polisi menemukan fakta mengejutkan bahwa pelaku yang sama diduga telah beraksi di dua lokasi berbeda sebelumnya.
Pola kejahatan yang dilakukan menunjukkan bahwa perempuan ini adalah pemain lama yang memang menyasar rumah-rumah duka.
"Iya, betul, sama seperti dua kejadian sebelumnya," kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kramat Jati AKP Fadoli saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (4/3).
Baca Juga: Digagalkan Pemilik Rumah, 3 Calon Pencuri Motor di Jagakarsa Babak Belur Diamuk Massa!
Dengan terungkapnya fakta ini, maka pelaku tercatat telah melakukan tindak kejahatan serupa sebanyak tiga kali di wilayah hukum Jakarta Timur dengan modus operandi yang identik, yakni berpura-pura menjadi pelayat yang ikut berduka.
Pihak kepolisian memastikan bahwa ciri-ciri pelaku dalam kasus di Kramat Jati sangat identik dengan pelaku di dua lokasi sebelumnya.
"Betul, memang kasus dan pelakunya sama," ujar Fadoli.
Berdasarkan data kepolisian, dua tindak kejahatan serupa sebelumnya terjadi di Jalan Damai, kawasan Lubang Buaya, pada 22 Desember 2025, dan di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus pada 4 Februari 2026.
Dalam menjalankan aksinya, perempuan ini menggunakan pola yang sangat rapi untuk mengelabui keluarga almarhum dan pelayat lainnya.
Ia mendatangi rumah duka dan berakting seolah-olah mengenal dekat keluarga yang sedang berduka. Strategi ini dilakukan agar ia bisa berbaur dengan mudah tanpa menimbulkan kecurigaan sedikit pun dari warga sekitar atau pihak keluarga.
Saat situasi di rumah duka mulai ramai dan perhatian keluarga teralihkan oleh prosesi takziah, pelaku segera memanfaatkan kelengahan tersebut.
Ia diduga mengambil uang sumbangan takziah yang biasanya diletakkan di tempat tertentu sebelum sempat diamankan oleh pihak keluarga.
Aksi nekat ini terekam oleh kamera pengawas (CCTV) di salah satu lokasi, yang kemudian menjadi bukti vital bagi kepolisian.
Penyidik kini fokus mengumpulkan bukti tambahan, termasuk mendalami rekaman CCTV dari tiga lokasi berbeda untuk memperkuat konstruksi kasus.
Salah satu rekaman yang paling jelas berasal dari kejadian di Jalan Dukuh IV, Kampung Dukuh, Kramat Jati, pada Senin (2/3).
Dalam video yang juga diunggah oleh akun Instagram @info_cipayung tersebut, terlihat jelas pelaku melarikan diri ke luar rumah duka setelah berhasil melancarkan niat buruknya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwajib jika melihat sosok yang memiliki kemiripan dengan sketsa wajah atau rekaman CCTV yang telah beredar.
Berita Terkait
-
Digagalkan Pemilik Rumah, 3 Calon Pencuri Motor di Jagakarsa Babak Belur Diamuk Massa!
-
Modus Baru! Rp300 Ribu Jadi Umpan, Pencuri di Kramat Jati Ngaku Kasat Narkoba Gondol Motor Ojek
-
DPRD DKI: Pasar Induk Kramat Jati Jadi 'Lapak' Pembuangan Sampah Ilegal
-
Motor Dicuri di Depan Rumah, Pemilik Syok Dapat Kabar Baik dari Polsek Tambora Keesokan Harinya
-
Kronologi Penangkapan Komplotan Curanmor Bersenpi di Jakbar: Polisi Sita Senjata Rakitan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan