- Serangan Iran awal 2026 berhasil melumpuhkan radar vital AN/TPY-2 THAAD AS di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania.
- Kerusakan sensor ini memaksa AS bergantung pada Patriot dan mengurangi kemampuan mencegat rudal balistik di atmosfer.
- Presiden Trump merespons dengan kesepakatan melipatgandakan produksi persenjataan hingga 400% untuk pemulihan stok.
Suara.com - Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran di awal tahun 2026 mencatatkan kerugian besar bagi pihak Pentagon.
Laporan terbaru dari Bloomberg dan CNN mengonfirmasi bahwa Iran berhasil melumpuhkan sistem radar vital yang menjadi "mata" bagi pertahanan rudal AS di kawasan Teluk.
Berdasarkan analisis citra satelit komersial, radar RTX Corp. AN/TPY-2 yang merupakan bagian inti dari sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) hancur di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania.
Insiden ini menandai salah satu keberhasilan taktis paling signifikan bagi Teheran sejak perang meletus sepekan lalu.
Para pakar militer menilai serangan ini bukanlah insiden tunggal, melainkan bagian dari upaya sistematis Iran untuk membongkar payung pertahanan terintegrasi milik AS.
- Radar THAAD (Yordania): Hancurnya AN/TPY-2 menciptakan celah berbahaya dalam pengawasan ancaman udara di ketinggian tinggi.
- Radar AN/FPS-132 (Qatar): Radar peringatan dini senilai $1,1 miliar ini sebelumnya juga telah rusak akibat serangan rudal.
- Terminal SATCOM (Bahrain): Fasilitas komunikasi satelit di markas Armada Kelima AS juga dilaporkan menjadi target serangan.
Kombinasi kerusakan ini secara efektif "membutakan" sebagian sistem sensor yang bertugas mendeteksi ancaman rudal jarak jauh sebelum mencapai sasaran.
Kantor berita TRT juga melaporkan, lumpuhnya unit THAAD memaksa militer AS bergantung sepenuhnya pada sistem Patriot. Namun, langkah ini membawa risiko baru mengingat stok rudal pencegat PAC-3 sudah mulai menipis akibat intensitas perang yang tinggi.
Sistem THAAD sendiri memiliki kemampuan unik untuk mencegat rudal balistik di tepi atmosfer, sebuah tugas yang jauh lebih berat daripada kapasitas baterai Patriot biasa.
Hilangnya radar pendukung THAAD berarti kemampuan AS untuk menangkal rudal balistik canggih kini berada dalam posisi yang rentan.
Baca Juga: Prabowo Dikritik Tak Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Pengamat: Blunder Besar Kebijakan Luar Negeri
Respons Trump: Genjot Produksi Senjata 400%
Menghadapi kenyataan bahwa AS telah kehilangan peralatan militer senilai hampir $2 miliar (sekitar Rp31,5 triliun) hanya dalam empat hari pertama, Presiden Donald Trump mengambil langkah drastis.
Pada hari Jumat (6/3/2026), Trump mengumpulkan para petinggi raksasa pertahanan seperti Lockheed Martin dan RTX di Gedung Putih.
Dalam pertemuan tersebut, dicapai kesepakatan untuk melipatgandakan produksi persenjataan kategori "Exquisite Class" hingga empat kali lipat guna mengejar ketertinggalan stok amunisi dan alutsista.
"Kita ingin mencapai tingkat kuantitas tertinggi secepat mungkin untuk memulihkan kekuatan pertahanan kita," tegas Trump.
Krisis di Timur Tengah ini mulai berdampak pada stabilitas di kawasan lain. Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun, mengonfirmasi bahwa Seoul dan Washington tengah membahas kemungkinan redistribusi sistem pertahanan Patriot dari Korea Selatan ke Timur Tengah.
Tag
Berita Terkait
-
Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
-
Profil Qatar Airways: Maskapai Cetak Rekor Laba Fantastis, Kini Tertekan Perang
-
Krisis Ekologi yang Terabaikan di Balik Rudal Perang AS-Israel dan Iran
-
Iran Tantang Donald Trump: Siap 'Sambut' Militer AS di Selat Hormuz
-
AS Rugi Rp 91 Triliun dalam 100 Jam Operasi Militer Lawan Iran
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
Hujan Lebat Picu Banjir di Tangerang, Pemkot Tetapkan Status Siaga
-
BGN Perkuat Standar Higiene Program Makanan Bergizi Gratis, 500 Peserta Ikuti Pelatihan Setiap Hari
-
Kebakaran Pasar Darurat di Blora Hanguskan Sembilan Kios dan Satu Rumah, Kerugian Capai Rp2,2 Miliar
-
Banjir Jakarta Meluas Rendam 147 RT dan 19 Jalan, Puluhan Warga Pejaten Barat Mulai Mengungsi
-
Feri Amsari dan Tiyo Ardianto Ingatkan Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja
-
AS Diduga Serang SD Putri di Iran Tewaskan 168 Orang, Donald Trump Justru Salahkan Teheran
-
Jakarta Siaga Banjir Kiriman, 1.200 Pompa Disiapkan Hadapi Air dari Bogor-Tangerang
-
Transjakarta Lakukan Penyesuaian Operasional 17 Rute Terdampak Banjir
-
Tiga WNI Hilang, Satu Alami Luka Bakar di Selat Hormuz
-
Langit Yerusalem Membara Dihujani Rudal Klaster Iran, Ledakan Keras Guncang Israel