News / Metropolitan
Minggu, 08 Maret 2026 | 10:33 WIB
Ilustrasi - Sejumlah bus TransJakarta berhenti di kawasan Bunderan Hotel Indonesia karena banjir di Jakarta Pusat, Kamis (17/1). ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/mes/13.
Baca 10 detik
  • Minggu (8/3/2026) pagi, 17 rute Transjakarta terdampak banjir akibat hujan tinggi, menyebabkan penyesuaian operasional seperti pengalihan dan perpendekan rute.
  • Layanan BRT seperti Koridor 2A dan 3 mengalami pemendekan rute, sementara Koridor 6 dan 9 dialihkan karena genangan air di Mampang dan Grogol.
  • Sepuluh rute Mikrotrans mengalami penyesuaian signifikan; dua rute berhenti total, dan tujuh rute lainnya dialihkan menghindari genangan air di jalur lintasan.
  • JAK.108 (Kramat Jati - Bambu Apus)
  • JAK.37 (Cililitan - Condet)
  • JAK.53 (Grogol - Pos Pengumben)
  • JAK.71 (Kampung Rambutan - Pinang Ranti)
  • JAK.75 (Kampung Pulo - Cililitan)
  • JAK.78A (Benda - Penjaringan)
  • JAK.93 (Jeruk Purut - Kebayoran Lama)

Penyesuaian Angkutan Integrasi dan Non-BRT

Layanan angkutan umum integrasi dan Non-BRT juga tidak luput dari dampak cuaca ekstrem. Genangan air di jalan-jalan raya utama memaksa petugas di lapangan untuk mengambil tindakan cepat guna mengamankan armada dan penumpang.

Layanan angkutan umum integrasi yakni 1C: (Blok M - Pesanggrahan) dilakukan pengalihan rute karena genangan +/- 50 cm di Jl. Ciledug Raya. Ketinggian air yang mencapai setengah meter ini membuat akses jalan utama di wilayah Ciledug lumpuh sementara bagi kendaraan kecil maupun bus integrasi.

Sementara itu, untuk layanan Non BRT yaitu 3E: (Sentraland Cengkareng - Puri Kembangan), berhenti operasi sementara karena genangan air di Simpang Kapuk. Lokasi ini menjadi titik hambatan utama yang memutus akses layanan di wilayah Jakarta Barat tersebut.

Ayu juga menyebutkan pihaknya memohon maaf atas ketidaknyamanan perjalanan yang dialami oleh seluruh pelanggan. Pihak manajemen Transjakarta terus memantau perkembangan di lapangan dan akan mengembalikan operasional ke rute normal segera setelah banjir surut.

"Kami mengimbau pelanggan untuk tetap berhati-hati dan menyesuaikan jadwal perjalanan dengan memantau perkembangan rute secara berkala melalui aplikasi TJ: Transjakarta atau kanal media sosial resmi lainnya," katanya.

Masyarakat diminta untuk terus memperbarui informasi melalui kanal digital resmi guna menghindari penumpukan di halte-halte yang rutenya sedang mengalami gangguan atau pengalihan.

Penyesuaian ini bersifat situasional dan sangat bergantung pada kondisi cuaca serta penurunan tinggi muka air di titik-titik banjir tersebut.

Baca Juga: Hujan dan Angin Kencang, Satu Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Lenteng Agung

Load More