News / Internasional
Senin, 09 Maret 2026 | 18:23 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Baca 10 detik
  • Survei di Amerika Serikat menunjukkan mayoritas warga tidak mendukung perang agresi bersama Israel terhadap Iran.
  • Dukungan publik terhadap perang yang dipimpin Trump (27% hingga 41%) sangat rendah dibanding presiden AS sebelumnya.
  • Rendahnya dukungan publik disebabkan kelelahan warga AS terhadap perang Timur Tengah dan komunikasi Trump yang buruk.

"Dukungan publik ini sangat diperlukan oleh presiden dan administrasinya saat berperang. Sebab, ini adalah tanggung jawab dia ketika putra-putri AS tewas dalam peperangan," kata Michael Beschloos, penulis buku Presidents of War.

Publik AS Sudah Lelah Berperang

Penyebab utama kecilnya dukungan terhadap rezim perang Trump adalah, warga AS sudah kelelahan terhadap perang yang diciptakan pemerintahnya.

Terutama, peperangan yang diciptakan AS di wilayah Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir.

Masyarakat AS juga kekinian terpolarisasi secara politik, yakni golongan anti-Trump semakin banyak.

Meski begitu, menurut laporan NY Times, bahkan warga yang setuju harus ada pergantian rezim di Iran pun tak mendukung perang agresi AS-Israel.

Peter D Feaver, penasihat keamanan nasional era Presiden GW Bush saat perang Irak dan Afghanistan, mengatakan administrasi dan komunikasi Trump terkait perang sangat buruk.

"Trump tak seperti para pendahulunya, dia tidak banyak berupaya untuk melibatkan publik, mengabaikan alat-alat yang biasa digunakan jabatannya untuk menjelaskan kepada warga Amerika apa yang sedang ia lakukan, mengapa ia melakukannya, dan bagaimana hal itu akan berakhir," kata Feaver.

Sebaliknya, "Trump dan pemerintahannya telah memberikan penjelasan yang kontradiktif tentang apa yang mendorong keputusan ini, dan seperti apa kemenangan itu nantinya."

Baca Juga: Bahlil Sebut BBM Aman, Pengamat: Aslinya Rawan!

Load More