- Survei di Amerika Serikat menunjukkan mayoritas warga tidak mendukung perang agresi bersama Israel terhadap Iran.
- Dukungan publik terhadap perang yang dipimpin Trump (27% hingga 41%) sangat rendah dibanding presiden AS sebelumnya.
- Rendahnya dukungan publik disebabkan kelelahan warga AS terhadap perang Timur Tengah dan komunikasi Trump yang buruk.
"Dukungan publik ini sangat diperlukan oleh presiden dan administrasinya saat berperang. Sebab, ini adalah tanggung jawab dia ketika putra-putri AS tewas dalam peperangan," kata Michael Beschloos, penulis buku Presidents of War.
Publik AS Sudah Lelah Berperang
Penyebab utama kecilnya dukungan terhadap rezim perang Trump adalah, warga AS sudah kelelahan terhadap perang yang diciptakan pemerintahnya.
Terutama, peperangan yang diciptakan AS di wilayah Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir.
Masyarakat AS juga kekinian terpolarisasi secara politik, yakni golongan anti-Trump semakin banyak.
Meski begitu, menurut laporan NY Times, bahkan warga yang setuju harus ada pergantian rezim di Iran pun tak mendukung perang agresi AS-Israel.
Peter D Feaver, penasihat keamanan nasional era Presiden GW Bush saat perang Irak dan Afghanistan, mengatakan administrasi dan komunikasi Trump terkait perang sangat buruk.
"Trump tak seperti para pendahulunya, dia tidak banyak berupaya untuk melibatkan publik, mengabaikan alat-alat yang biasa digunakan jabatannya untuk menjelaskan kepada warga Amerika apa yang sedang ia lakukan, mengapa ia melakukannya, dan bagaimana hal itu akan berakhir," kata Feaver.
Sebaliknya, "Trump dan pemerintahannya telah memberikan penjelasan yang kontradiktif tentang apa yang mendorong keputusan ini, dan seperti apa kemenangan itu nantinya."
Berita Terkait
-
Bahlil Sebut BBM Aman, Pengamat: Aslinya Rawan!
-
Menguak Surat Megawati untuk Ali Khamenei di Tengah Retaknya Hubungan Batin Iran-RI
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Perusahaan Minyak Bahrain Umumkan Force Majeure Imbas Perang Iran
-
Buntut Tekanan AS, Iran Disebut Kecewa Berat Terhadap Indonesia Era Prabowo
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun