- Majelis Ahli Iran resmi menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.
- Mojtaba Khamenei, lahir 1969, dikenal misterius namun berpengaruh dalam struktur kekuasaan dan militer Iran.
- Ia diduga terlibat politik penting, termasuk dukungan program militer dan pengelolaan jaringan ekonomi di bawah otoritas tertinggi.
Mojtaba menikah dengan Zahra Haddad Adel, putri politisi senior Iran Gholam-Ali Haddad Adel.
Pernikahan tersebut berlangsung pada akhir 1990-an dan menghasilkan tiga anak. Haddad Adel pernah mengenang proses pernikahan itu dengan sederhana.
“Setelah keluarga datang dan berbicara, kami menanyakan pendapat putri kami. Ia setuju dan pernikahan pun dilangsungkan,” kata Haddad Adel.
Fakta keempat, dalam dua dekade terakhir, Mojtaba disebut semakin berpengaruh di balik layar politik Iran.
Sejumlah pejabat Iran bahkan menyebut ia kerap meminta laporan dari berbagai lembaga pemerintahan.
Seorang mantan pejabat media Iran pernah mengatakan, “Kami diminta memberikan analisis tentang situasi universitas kepada Agha Mojtaba.”
Fakta kelima, namanya juga sempat mencuat dalam kontroversi politik Iran, terutama terkait pemilihan presiden 2005 yang membawa Mahmoud Ahmadinejad ke tampuk kekuasaan.
Sejumlah tokoh oposisi saat itu menuduh Mojtaba memiliki peran di balik layar dalam proses politik tersebut.
Meski jarang berbicara di publik, pengaruh Mojtaba juga disebut terlihat dalam hubungan dengan sejumlah tokoh militer Iran, termasuk mantan komandan Pasukan Quds, Qasem Soleimani.
Baca Juga: Cara Iran Acungkan 'Jari Tengah' ke Trump: Pilih Mojtaba Khamenei Jadi Ayatollah
Dalam beberapa laporan yang beredar, pejabat militer Iran menyebut Mojtaba mendukung berbagai program militer strategis negara.
Dukungan tersebut termasuk dalam pengembangan program rudal dan drone Iran.
Selain pengaruh politik dan militer, Mojtaba juga disebut memiliki peran dalam pengelolaan jaringan ekonomi besar yang terkait dengan lembaga-lembaga di bawah otoritas pemimpin tertinggi Iran.
Berita Terkait
-
Cara Iran Acungkan 'Jari Tengah' ke Trump: Pilih Mojtaba Khamenei Jadi Ayatollah
-
Sentuh Rp16.949 per Dolar AS, Rupiah Berpotensi Tertekan jika Konflik Timur Tengah Berlanjut
-
Tiga Kali Dikhianati? Ini Kronologi Retaknya Diplomasi ASIran
-
1.300 Warga Sipil dan Anak-anak Tewas, Ribuan Rumah Hancur Akibat Serangan AS-Israel di Iran
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April