- Majelis Ahli Iran resmi menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.
- Mojtaba Khamenei, lahir 1969, dikenal misterius namun berpengaruh dalam struktur kekuasaan dan militer Iran.
- Ia diduga terlibat politik penting, termasuk dukungan program militer dan pengelolaan jaringan ekonomi di bawah otoritas tertinggi.
Suara.com - Majelis Ahli Iran resmi menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Ia menggantikan ayahnya, Ali Khamenei yang meninggal dunia akibat serangan AS-Israel.
Dalam pernyataan resminya, Majelis Ahli menegaskan bahwa proses suksesi kepemimpinan tetap berjalan meskipun Iran berada dalam situasi genting.
“Proses penunjukan pemimpin tidak akan terhenti meski negara berada dalam kondisi perang dan menghadapi ancaman langsung dari musuh,” demikian pernyataan lembaga tersebut.
Mojtaba Khamenei dikenal sebagai sosok misterius namun berpengaruh di lingkaran kekuasaan Iran.
Ia lahir pada 8 September 1969 di Mashhad dan merupakan anak kedua dari Ali Khamenei.
Dalam sejumlah laporan media Iran, Mojtaba disebut memiliki pengaruh besar di lingkungan kantor pemimpin tertinggi, Garda Revolusi Iran, serta lembaga keamanan negara.
Meski jarang tampil di publik, namanya kerap disebut dalam berbagai keputusan politik penting.
Fakta pertama, setelah menyelesaikan pendidikan menengah di Sekolah Alavi, Mojtaba melanjutkan studi agama di Hauzah Qom.
Di sana ia belajar dari sejumlah ulama konservatif ternama seperti Mohammad-Taqi Mesbah-Yazdi dan Lotfollah Safi Golpayegani.
Baca Juga: Cara Iran Acungkan 'Jari Tengah' ke Trump: Pilih Mojtaba Khamenei Jadi Ayatollah
Fakta kedua, pada masa muda, Mojtaba juga dikabarkan ikut terlibat dalam Perang Iran–Irak.
Menurut sejumlah sumber yang dekat dengan Garda Revolusi, ia bergabung dengan batalion Habib ibn Mazahir dari divisi Muhammad Rasulullah.
Beberapa mantan komandan militer bahkan menyebut Mojtaba ikut hadir dalam sejumlah operasi militer. Salah satunya operasi Beit al-Moqaddas dan Mersad pada akhir perang Iran–Irak.
Salah satu komandan militer Iran, Nourali Shoushtari, pernah mengenang keberanian Mojtaba saat berada di garis depan.
“Saat operasi berlangsung, ia bersikeras ikut menuju garis depan meski kami mencoba menahannya,” ujarnya dalam sebuah catatan militer seperti dikutip dari DW.
Fakta ketiga, di luar kehidupan militer, Mojtaba juga memiliki hubungan keluarga yang kuat dengan elite politik Iran.
Berita Terkait
-
Cara Iran Acungkan 'Jari Tengah' ke Trump: Pilih Mojtaba Khamenei Jadi Ayatollah
-
Sentuh Rp16.949 per Dolar AS, Rupiah Berpotensi Tertekan jika Konflik Timur Tengah Berlanjut
-
Tiga Kali Dikhianati? Ini Kronologi Retaknya Diplomasi ASIran
-
1.300 Warga Sipil dan Anak-anak Tewas, Ribuan Rumah Hancur Akibat Serangan AS-Israel di Iran
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi