News / Nasional
Selasa, 10 Maret 2026 | 13:12 WIB
Ilustrasi anak mengalami kesehatan mental. (Pixabay/anemone)
Baca 10 detik
  • Kemenkes menemukan ratusan ribu anak Indonesia bergejala gangguan kecemasan dan depresi dari program skrining 2025–2026.
  • Langkah tindak lanjut mencakup perluasan skrining, penambahan psikolog, dan layanan krisis melalui platform Healing119.id.
  • Sembilan kementerian/lembaga menandatangani SKB untuk sistem penanganan kesehatan jiwa anak yang terintegrasi.

Deteksi dini kesehatan jiwa anak ini juga diperkuat melalui penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Kesehatan Jiwa Anak oleh sembilan kementerian dan lembaga pada Kamis (5/3) lalu.

Sembilan instansi yang terlibat dalam kolaborasi tersebut antara lain Kemenkes, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kemendukbangga/BKKBN, Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Sosial (Kemensos), serta Polri.

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah menargetkan terbentuknya sistem penanganan kesehatan jiwa anak yang lebih terintegrasi, mulai dari pencegahan (promotif-preventif) hingga pengobatan dan pemulihan (kuratif-rehabilitatif).

Pemerintah juga menjamin kerahasiaan data pribadi anak yang mengikuti skrining kesehatan mental, guna mencegah stigma serta memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan kesehatan jiwa secara komprehensif, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Load More