News / Internasional
Selasa, 10 Maret 2026 | 16:51 WIB
Benjamin Netanyahu (AFP)
Baca 10 detik
  • Spekulasi mengenai kematian atau cedera Benjamin Netanyahu mulai ramai diperbincangkan di media Ibrani.

  • Absennya video terbaru dan pembatalan kunjungan pejabat AS menjadi indikator kuat adanya masalah.

  • Keamanan di rumah Netanyahu diperketat guna menghadapi ancaman serangan drone bunuh diri saat ini.

Masyarakat mulai mempertanyakan mengapa tidak ada pesan video singkat untuk menenangkan spekulasi yang kian liar di internet.

Situasi ini sangat kontras dengan kebiasaan lama yang selalu menonjolkan kehadiran fisik di depan kamera publik.

Data lain yang memperkuat kecurigaan adalah laporan dari sejumlah sumber Ibrani pada tanggal 8 Maret yang lalu.

Laporan tersebut menyebutkan adanya peningkatan drastis pada perimeter keamanan di sekitar kediaman pribadi milik Benjamin Netanyahu.

Langkah pengamanan ekstra ini dikabarkan sengaja dilakukan untuk mengantisipasi potensi serangan menggunakan drone bunuh diri yang mematikan.

Penjagaan ketat yang tidak biasa ini memicu pertanyaan apakah ada ancaman spesifik atau kondisi darurat di dalam.

Kenaikan status kewaspadaan di rumah dinasnya menjadi potongan teka-teki yang coba dirangkai oleh banyak pihak saat ini.

Dampak dari situasi misterius ini diduga merembet pada agenda diplomatik penting yang melibatkan tokoh-tokoh besar asal Amerika.

Kunjungan Jared Kushner yang merupakan menantu Donald Trump dikabarkan batal secara mendadak dari jadwal semula yang direncanakan.

Baca Juga: Adu Domba AS-Israel? Iran Bantah Rudal Mereka Serang Turki, Erdogan Buka Suara

Tidak hanya Kushner, Steve Witkoff yang menjabat sebagai perwakilan khusus Trump juga dilaporkan membatalkan perjalanannya ke Israel.

Pembatalan agenda yang seharusnya berlangsung hari ini disebut-sebut memiliki kaitan erat dengan situasi internal yang dialami Netanyahu.

Alasan resmi pembatalan tersebut belum diungkap secara transparan kepada publik sehingga memperlebar ruang spekulasi bagi media internasional.

Ketidakpastian ini semakin diperparah dengan rilis berita dari pihak Istana Élysée mengenai komunikasi diplomatik tingkat tinggi baru-baru ini.

Pihak Prancis melaporkan adanya pembicaraan telepon antara Presiden Emmanuel Macron dengan Netanyahu namun tanpa mencantumkan tanggal pastinya.

Sama seperti laporan lainnya, detail mengenai pembicaraan telepon tersebut hanya dirilis dalam bentuk teks naratif tanpa bukti audio.

Load More