-
Iran menyatakan kesiapan melanjutkan perang rudal tanpa batas waktu melawan Amerika Serikat.
-
Menlu Abbas Araghchi secara resmi menutup peluang negosiasi diplomatik dengan pemerintah Donald Trump.
-
Konflik regional menyebabkan harga minyak melonjak dan memicu krisis kemanusiaan di banyak negara.
Situasi keamanan regional semakin memburuk sejak Mojtaba Khamenei secara resmi diangkat menjadi pemimpin tertinggi baru di Iran.
Ketegangan bahkan sempat meluas hingga ke wilayah Turki yang merupakan salah satu anggota penting dari aliansi NATO.
Sebuah rudal sempat mengarah ke wilayah Turki namun sistem pertahanan udara setempat berhasil melumpuhkan ancaman tersebut tepat waktu.
Konfrontasi bersenjata ini memberikan guncangan hebat pada sektor ekonomi internasional, terutama pada pasar komoditas energi dunia.
Harga minyak mentah sempat meroket tajam hingga melampaui angka 100 dolar per barel akibat ketidakpastian pasokan global.
Angka tersebut merupakan rekor tertinggi yang belum pernah terlihat lagi sejak krisis Ukraina pecah beberapa tahun silam.
Meskipun demikian harga sempat terkoreksi turun sekitar 5 persen setelah adanya pernyataan terbaru dari Presiden Donald Trump.
Kekhawatiran utama pasar adalah pemblokiran Selat Hormuz yang menjadi jalur vital bagi distribusi 20 persen minyak dunia.
Prancis kini tengah menyusun rencana misi pertahanan khusus untuk mencoba membuka kembali akses pelayaran di jalur strategis tersebut.
Baca Juga: GILA! Israel Beli 5.000 Bom Pintar dari Boeing, Buat Hancurkan Iran?
Efek mematikan dari konflik ini telah memakan korban jiwa dari kalangan warga sipil yang tidak berdosa di beberapa negara.
Sebuah fasilitas minyak di kawasan Al Ma’ameer Bahrain mengalami kerusakan parah dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia.
Kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Israel di mana satu warga sipil tewas akibat ledakan dahsyat dari rudal Iran.
Pertempuran di Lebanon juga semakin memanas dengan keterlibatan aktif antara pihak militer Israel dan kelompok bersenjata Hezbollah.
Data terbaru menunjukkan bahwa setidaknya 486 orang telah kehilangan nyawa dalam baku tembak yang terjadi sejak awal Maret.
Selain korban tewas terdapat lebih dari 1.300 orang lainnya yang menderita luka-luka akibat serangan artileri yang terus berlanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Kronologi Donald Trump dan Istri Dievakuasi, Tembakan Meletus di Gedung Putih
-
Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah
-
APPMBGI Ingatkan Potensi Tekanan Pasokan Pangan Imbas Program MBG
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat