News / Internasional
Rabu, 11 Maret 2026 | 15:48 WIB
Perang Iran (BBC)
Baca 10 detik
  • Iran mengancam meluncurkan rudal satu ton untuk menghancurkan fasilitas militer di Israel.

  • IRGC mengklaim rudal hipersonik mereka berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome dan THAAD.

  • Teheran menegaskan bahwa kendali penuh penghentian perang berada di tangan militer Iran.

Beberapa titik di Irak, Bahrain, hingga Kuwait disebut menjadi target dari operasi militer besar-besaran ini.

Arab Saudi bahkan harus turun tangan dengan menembak jatuh drone yang mengarah ke ladang minyak Shaybah.

Uni Emirat Arab juga melaporkan adanya proyektil asing yang melintasi wilayah kedaulatan udara mereka secara ilegal.

Sebuah kapal kargo di lepas pantai Ras Al-Khaimah dilaporkan mengalami kerusakan akibat terkena benda terbang misterius.

Iran kini bersumpah akan meningkatkan daya hancur serangan mereka dengan menggunakan hulu ledak yang lebih masif.

Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Hossein Majid bahkan menegaskan kepada media Iran Mousavi, Iran tidak akan lagi menggunakan rudal dengan hulu peledak kurang dari satu ton.

Langkah ini diambil untuk memastikan dampak kehancuran yang ditimbulkan bisa mencapai skala maksimal di wilayah lawan.

Iran akan memakai semua stok rudalnya yang memiliki hulu ledak minimal satu ton untuk melancarkan gempuran masif ke Israel,

Persenjataan berat ini tidak hanya menyasar kota besar, tetapi juga pangkalan militer Amerika di luar negeri.

Baca Juga: Ketika Rumah Sakit Jadi Target: Saat Tenaga Medis Harus Adu Mekanik dengan Rudal

Kegagalan Sistem Pertahanan Udara Canggih

Majid mengatakan rudal-rudal tersebut akan diarahkan ke Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah, dikutip dari Middle East Monitor.

Dalam operasi bertajuk "Operation True Promise 4", Teheran telah mengerahkan berbagai jenis rudal balistik tercanggih.

Nama-nama seperti Ghadr, Emad, hingga rudal hipersonik Fattah telah diluncurkan untuk menembus benteng pertahanan lawan.

IRGC mengklaim teknologi senjata mereka mampu melewati kecanggihan sistem Iron Dome milik Israel secara efektif.

Bahkan sistem pertahanan THAAD yang dikelola oleh Amerika Serikat pun disebut kewalahan membendung laju serangan itu.

Load More