Media Iran spekulasi Benjamin Netanyahu tewas berdasarkan absennya video terbaru sang Perdana Menteri.
The Jerusalem Post membantah isu tersebut dan menyebutnya sebagai spekulasi palsu tanpa bukti.
Netanyahu dilaporkan masih beraktivitas di Beersheba dan melakukan komunikasi diplomatik dengan Presiden Perancis.
Menanggapi isu yang beredar luas tersebut media The Jerusalem Post segera memberikan pernyataan klarifikasi yang sangat tegas.
Pihak media Israel menyebut laporan yang dikeluarkan oleh kantor berita Iran tersebut sebagai spekulasi palsu tanpa bukti.
"Berita tersebut tidak menghadirkan bukti adanya serangan terhadap Netanyahu maupun konfirmasi resmi terkait kondisi yang dialaminya," tulis The Jerusalem Post.
Mereka menegaskan bahwa narasi yang dibangun oleh pihak lawan hanyalah bagian dari propaganda tanpa dasar kuat.
Untuk mematahkan rumor tersebut pihak Israel memaparkan sejumlah catatan aktivitas publik yang dilakukan oleh sang Perdana Menteri.
Pada tanggal 6 Maret 2026 tercatat bahwa Netanyahu hadir langsung di lokasi terdampak serangan di wilayah Beersheba.
Satu hari setelahnya yakni pada 7 Maret 2026 kantor Perdana Menteri juga mengeluarkan pernyataan resmi kepada publik.
Laporan kredibel juga menyebutkan adanya komunikasi langsung melalui telepon dengan Presiden Emmanuel Macron pada 5 Maret lalu.
Beberapa analis berpendapat bahwa perubahan jadwal pejabat tinggi adalah hal yang lumrah terjadi di tengah situasi perang.
Baca Juga: Muncul Perdana, Mojtaba Khamenei Andalkan Allah SWT Lawan Amerika - Israel
Ketiadaan unggahan video sering kali menjadi bahan bakar bagi munculnya berbagai teori konspirasi di kalangan masyarakat luas.
The Jerusalem Post mengingatkan bahwa pengetatan keamanan merupakan prosedur standar bagi pejabat senior dalam kondisi konflik yang memanas.
Hal tersebut sama sekali bukan merupakan indikasi kuat bahwa target telah mengalami cedera serius atau bahkan kematian.
Hingga saat ini tidak ada satu pun otoritas internasional yang mampu mengonfirmasi kebenaran klaim dari pihak Iran.
Keadaan di lapangan menunjukkan bahwa roda pemerintahan Israel masih berjalan di bawah arahan instruksi resmi yang ada.
Publik diminta untuk tetap waspada terhadap penyebaran informasi yang belum terverifikasi kebenarannya oleh lembaga yang kredibel.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Diisukan Tewas, Benjamin Netanyahu Akhirnya Muncul ke Publik Langsung Ancam Mojtaba Khamenei
-
Intip Tren Modest Wear yang Temani berbagai Momen Pengguna bersama Shopee Big Ramadan Sale
-
Rekor Sejarah! IEA Lepas 400 Juta Barel Minyak Akibat Krisis Selat Hormuz
-
Menag: ASN Dilarang Menyalahgunakan Wewenang dan Fasilitas Jabatan untuk Kepentingan Pribadi
-
Bahas Konflik Timur Tengah, Ini Poin yang Jadi Sorotan JK dan Eks Dubes
-
Mojtaba Khamenei Bersumpah Balas Dendam, Komando IDF: Ini Hari-hari Paling Mengerikan untuk Israel
-
Gempuran Mematikan Pesawat Tak Berawak Iran Hancurkan Markas Intelijen Israel
-
Benjamin Netanyahu Ngamuk Mau Bunuh Cucu Nabi Muhammad SAW
-
Urus KTP, KK, dan Akta di Dukcapil Gratis, Kemendagri: Jangan Mau Dipungut Biaya
-
Muncul Perdana, Mojtaba Khamenei Andalkan Allah SWT Lawan Amerika - Israel