- Mojtaba Khamenei mengultimatum 15 negara yang berbatasan darat dan laut dengan Iran karena membiarkan wilayahnya dipakai oleh militer AS dan Rezim Zionis.
- Karena letak geografisnya yang amat jauh di Asia Tenggara dan tidak berbatasan dengan Iran, Indonesia dipastikan aman dan tidak termasuk dalam target tersebut.
- Iran berjanji akan terus menggempur fasilitas militer asing di kawasan tersebut jika negara-negara tetangga tidak segera bertindak menutup pangkalan musuh.
Suara.com - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara mengejutkan melontarkan ultimatum keras kepada deretan Negara Tetangga Arab di kawasan Timur Tengah.
Ancaman militer berskala besar ini dilontarkan menyusul indikasi adanya belasan negara yang dituduh secara tidak langsung masih memfasilitasi Rezim Zionis.
Sikap tegas ini menyoroti keberadaan sejumlah Pangkalan Militer AS yang dituding menjadi titik tolak gempuran udara ke Teheran pada akhir Februari lalu.
Lantas, benarkah nama Indonesia termasuk ke dalam daftar 15 negara yang menjadi target gempuran rudal dari pihak Teheran tersebut?
Faktanya, ancaman mengerikan ini secara spesifik hanya ditujukan kepada negara-negara yang berbatasan darat dan laut secara langsung dengan wilayah Republik Islam Iran.
Di samping itu, Indonesia sebagaimana pernyataan Presiden Prabowo Subianto, masih mempertahankan posisi sebagai negara non-blok.
Dalam konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, Merah Putih disebut tidak memihak, kendati belum lama ini memutuskan untuk bergabung dengan Board of Peace (BoP) buatan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dengan letak geografis yang sangat jauh di Asia Tenggara, kedaulatan Indonesia jelas sama sekali tidak termasuk dalam daftar target operasi militer tersebut.
Dalam pidato resminya, penerus takhta kepemimpinan Teheran ini secara blak-blakan menyasar para pemimpin di kawasan regional yang sengaja menampung fasilitas tempur asing.
Baca Juga: Gandeng Kelme, Ini Dia Jersey Baru Timnas Indonesia
Berdasarkan peta geopolitik, wilayah perbatasan Iran memang dikelilingi oleh lima belas negara mulai dari Irak, Pakistan, hingga deretan negara di Teluk Persia.
Sebagian dari negara perbatasan tersebut diketahui secara sadar memberikan izin operasional bagi fasilitas keamanan hingga pusat keuangan milik pihak musuh selama bertahun-tahun.
Fasilitas strategis milik negara Barat di kawasan tetangga itu rupanya terbukti digunakan untuk melancarkan invasi udara mematikan ke langit Iran baru-baru ini.
Merespons pelanggaran kedaulatan tersebut, angkatan bersenjata Iran tidak tinggal diam dan mengaku telah membombardir titik-titik pertahanan musuh yang bersembunyi di sana.
"Bagian kelima dari pidato saya ditujukan kepada para pemimpin dan tokoh berpengaruh di beberapa negara di kawasan ini."
"Kita berbagi perbatasan, baik darat maupun laut, dengan 15 negara dan selalu, serta terus, bersedia menjalin hubungan yang hangat dan konstruktif dengan semuanya."
Tag
Berita Terkait
-
Terungkap Detik-detik Gugurnya Ali Khamenei: Dibunuh Israel saat Sedang Baca Al Quran
-
Diisukan Tewas, Benjamin Netanyahu Akhirnya Muncul ke Publik Langsung Ancam Mojtaba Khamenei
-
Perang AS vs Iran Bikin Roberto Mancini yang Baru5Bukan Kerja Kembali Nganggur
-
Membedah Ide di Balik Jersey Anyar Timnas Indonesia, Warisan Budaya Menyatu dengan Modernisasi
-
Dari Orde Baru ke Reformasi: Kontroversi Barnas dalam Catatan Habibie
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit
-
KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia
-
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik
-
KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya
-
KAI Masih Evakuasi dan Data Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur
-
Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Penyebab Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Masih Diselidiki