- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah rumor kematiannya melalui video di platform X, menunjukkan dirinya sehat.
- Netanyahu secara sengaja menunjukkan tangannya dalam video kafe sebagai respons terhadap isu jari enam pada konten AI sebelumnya.
- Chatbot AI Grok pada platform X mengklaim video kemunculan Netanyahu tersebut 100 persen adalah hasil buatan kecerdasan buatan.
"Kalian mau menghitung jari saya? Ini hitunglah," kata Netanyahu sembari mengangkat tangannya.
Grok: 100 Persen Deepfake
Meskipun Netanyahu telah memberikan pembuktian fisik di depan kamera, tantangan justru datang dari dalam platform tempat video itu diunggah.
Grok, chatbot AI generatif yang dikembangkan oleh xAI (perusahaan milik Elon Musk) yang terintegrasi langsung dengan X, memberikan jawaban mengejutkan saat ditanya oleh para pengguna mengenai keaslian video tersebut.
Saat video di kedai kopi tersebut memicu spekulasi tentang deepfake, Grok menanggapi pertanyaan pengguna dengan mengatakan bahwa video tersebut dihasilkan oleh AI.
Kepastian yang diberikan oleh Grok sangatlah drastis. Dalam tanggapan lanjutan atas ancaman yang sama, Grok mengatakan video tersebut "100 persen dibuat dari AI".
"Ya, video minum kopi jarak dekat ini menunjukkan tanda-tanda jelas hasil buatan AI. Level kopi dan busa di cangkir SATAF tetap identik di beberapa tegukan (terlihat di dalam bingkai), yang menentang hukum fisika—kopi asli akan turun secara signifikan. Gerakan wajah terlihat halus, tetapi cairannya," tulis Grok.
Label palsu dari Grok ini langsung menjadi amunisi baru bagi para kritikus dan penganut teori konspirasi.
Deepfake sendiri dikenal sebagai teknologi AI yang mampu memanipulasi atau menciptakan konten palsu berupa video, audio, atau foto dengan tingkat kemiripan yang sangat tinggi dengan aslinya.
Baca Juga: Kesaksian Anak Selamat Bikin Merinding, Satu Keluarga di Tepi Barat Dibunuh Tentara Israel
Dengan teknik deep learning, AI dapat meniru wajah, suara, hingga mikro-ekspresi seseorang, yang seringkali sulit dibedakan oleh mata telanjang.
Klaim Grok ini menciptakan dilema informasi yang unik. Di satu sisi, Netanyahu berusaha membuktikan eksistensinya secara organik di dunia nyata, namun di sisi lain, algoritma keamanan dan analisis konten milik platform X justru memberikan label palsu pada video tersebut.
Post-Truth dan Perang Informasi di Era Digital
Fenomena ini mencerminkan betapa rumitnya memverifikasi kebenaran di era post-truth atau pascakebenaran.
Bagi audiens muda di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, hingga Medan yang sangat aktif di media sosial, insiden ini bukan sekadar berita politik biasa, melainkan peringatan tentang bagaimana AI dapat digunakan—atau disalahpahami—dalam perang informasi internasional.
Penggunaan AI dalam propaganda politik bukan hal baru, namun ketika alat verifikasi AI seperti Grok memberikan penilaian yang bertentangan dengan realitas yang diklaim oleh seorang kepala negara, muncul ketidakpastian informasi yang sangat besar.
Sebagian pihak berpendapat bahwa Grok mungkin mengalami kesalahan algoritma atau "halusinasi" AI, sementara pihak lain mulai meragukan setiap konten visual yang keluar dari zona konflik.
Teknologi deepfake memang sering disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks, penipuan, hingga menjatuhkan kredibilitas tokoh publik.
Dalam konteks Netanyahu, apakah video tersebut benar-benar sebuah rekayasa canggih untuk menutupi kondisi aslinya, ataukah AI Grok yang gagal mengenali video otentik, tetap menjadi perdebatan panas yang membelah opini publik global hingga saat ini.
Berita Terkait
-
Kesaksian Anak Selamat Bikin Merinding, Satu Keluarga di Tepi Barat Dibunuh Tentara Israel
-
5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
-
Fakta Rudal Sejjil, Senjata Rahasia Iran yang Pertama Kali Diluncurkan ke Israel
-
Iran Pertama Kali Tembakkan Rudal Sejjil, Pusat Komando Udara Israel Jadi Target Utama
-
Coffeegate! Deretan Kejanggalan Video Terbaru Benjamin Netanyahu Sereput Kopi Diduga AI
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123