News / Internasional
Senin, 16 Maret 2026 | 15:10 WIB
Ilustrasi hizbullah (X/@p_alqsa)
Baca 10 detik
  • Pelaku penyerangan sinagoga Michigan, Ayman Ghazali, tewas setelah menabrakkan kendaraan berisi bensin ke Temple Israel pada Kamis lalu.
  • Militer Israel mengonfirmasi pelaku memiliki saudara, Ibrahim Ghazali, yang merupakan komandan unit Badr milik kelompok Hizbullah.
  • Ghazali masuk AS tahun 2011, memperoleh kewarganegaraan 2016, dan serangan dicegah petugas keamanan tanpa menimbulkan korban jiwa.

Suara.com - Militer Israel mengonfirmasi bahwa pelaku penyerangan di Sinagoga Michigan, Amerika Serikat, memiliki hubungan keluarga dengan komandan kelompok Hizbullah.

Dilansir dari NY Post, informasi tersebut diungkap setelah penyelidikan atas insiden mobil menabrak kompleks rumah ibadah Yahudi yang terjadi pekan lalu.

Pelaku bernama Ayman Muhammad Ghazali, 41 tahun, tewas setelah menabrakkan kendaraan ke Temple Israel di West Bloomfield Township, Michigan, Kamis lalu.

Ia sempat terlibat baku tembak dengan petugas keamanan sebelum akhirnya meninggal di lokasi kejadian.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan saudara pelaku, Ibrahim Muhammad Ghazali, merupakan komandan dalam unit Badr milik Hizbullah.

Unit tersebut disebut bertanggung jawab atas peluncuran ratusan roket ke wilayah sipil Israel dalam konflik terbaru di Timur Tengah.

Menurut laporan, beberapa anggota keluarga Ghazali, termasuk dua saudara kandung, keponakan, dan kerabat lain, tewas dalam serangan udara Israel di Lebanon pada awal Maret.

Serangan itu terjadi saat keluarga sedang berkumpul untuk berbuka puasa pada bulan Ramadan.

Otoritas keamanan AS menyebut Ghazali masuk ke Amerika Serikat pada 2011 sebagai pasangan warga negara AS dan memperoleh kewarganegaraan pada 2016.

Baca Juga: Presiden AS Donald Trump: Setelah Iran Selesai, Selanjutnya Kuba

Ia diketahui tinggal di Dearborn Heights sebelum melakukan perjalanan sekitar 60 kilometer menuju sinagoga yang menjadi sasaran.

Kendaraan yang digunakan pelaku dilaporkan berisi kembang api dan jeriken bensin.

Setelah menabrak bangunan, ia terjebak di dalam mobil yang terbakar sebelum akhirnya tewas, sementara petugas keamanan berhasil mencegah korban lebih besar.

Sekitar 140 anak, guru, dan staf berada di dalam kompleks sinagoga saat kejadian, namun tidak ada korban jiwa berkat respons cepat petugas keamanan.

Senator AS Elissa Slotkin mengatakan tindakan cepat petugas kemungkinan mencegah tragedi besar yang bisa menelan banyak korban.

Tokoh agama di komunitas Muslim setempat juga mengecam serangan tersebut.

Load More