- Pemerintah RI menghentikan sementara seluruh penerbangan internasional sebagai antisipasi geopolitik Timur Tengah.
- Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi penundaan total penerbangan hingga situasi keamanan dinyatakan aman.
- Keputusan ini diambil karena meningkatnya ketegangan bersenjata di Iran yang mengganggu jalur penerbangan global.
Menurutnya, penghentian ini akan terus berlaku hingga situasi dinyatakan benar-benar aman untuk dilalui, baik dari sisi teknis navigasi maupun ancaman serangan udara di wilayah konflik. Keamanan penumpang dan kru pesawat menjadi prioritas absolut yang tidak bisa ditawar.
"Ya, sampai batas waktu yang belum ditentukan," katanya sebagaimana dilansir Antara.
Prasetyo membenarkan bahwa keputusan ini merupakan dampak langsung dari eskalasi keamanan di Iran yang kian memanas.
Sebagaimana diketahui, ketegangan di kawasan tersebut telah melibatkan penggunaan alutsista jarak jauh dan penutupan ruang udara di beberapa negara tetangga, yang secara otomatis mengganggu koridor penerbangan sipil internasional yang menghubungkan Asia dengan Eropa dan wilayah lainnya.
Perlindungan WNI dan Mitigasi Risiko Global
Langkah yang diambil pemerintah ini bukan tanpa alasan kuat. Jalur penerbangan internasional yang melintasi atau berada di sekitar kawasan Timur Tengah merupakan salah satu jalur tersibuk di dunia.
Dengan adanya eskalasi militer di Iran, risiko terjadinya salah sasaran atau gangguan navigasi udara meningkat secara signifikan.
Mensesneg menambahkan bahwa langkah ini diambil guna memastikan keselamatan warga negara Indonesia dan mencegah risiko fatal akibat ketegangan geopolitik yang terjadi di jalur lintasan penerbangan global.
Pemerintah belajar dari berbagai insiden penerbangan sipil di masa lalu yang terjebak dalam zona konflik, sehingga tindakan preventif ini dinilai sebagai opsi paling rasional saat ini.
Baca Juga: Bukan Program Unggulan, Ini Pos Anggaran yang Potensi Kena Pemangkasan
Bagi audiens usia produktif 18-45 tahun yang sangat bergantung pada konektivitas global, kebijakan ini memaksa adanya penyesuaian besar.
Perusahaan-perusahaan di Jakarta, Surabaya, dan Medan yang memiliki ketergantungan pada logistik udara internasional maupun perjalanan dinas luar negeri kini harus memantau perkembangan situasi dari jam ke jam.
Pemerintah melalui kementerian terkait juga terus berkoordinasi dengan organisasi penerbangan internasional untuk memetakan jalur alternatif yang aman, meskipun hal tersebut tidak mudah dilakukan dalam waktu singkat di tengah kondisi perang yang dinamis.
Berita Terkait
-
Bukan Program Unggulan, Ini Pos Anggaran yang Potensi Kena Pemangkasan
-
Mensesneg Tegaskan Perintah Prabowo Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus
-
Pemerintah Kaji Potong Gaji DPR dan Kabinet Demi Cegah Defisit
-
Israel Sibuk Tepis Rumor Kematian Netanyahu, Ini 5 Keanehan Video Terbaru PM Israel saat Sapa Warga
-
Dampak Konflik Timur Tengah, Pariwisata RI Terancam Kehilangan Devisa Rp184 Miliar Per Hari
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
Timur Tengah Memanas, RI Resmi Setop Seluruh Penerbangan Internasional!
-
Israel Klaim Tewaskan Ali Larijani, Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran
-
AFC Resmi Coret Timnas Malaysia, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
Terkini
-
Ditipu Sehari Sebelum Mudik, Yunita Tetap Pulang Demi Orang Tua
-
Usai Resmi Ditahan KPK, Gus Alex Akan Rayakan Idul Fitri di Rutan
-
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Jogja-Solo Diprediksi 18 Maret
-
Teriakan Andrie Pecah di Salemba, Teror Air Keras jadi Upaya Pembunuhan Berencana
-
Kapolri Resmikan Jembatan Merah Putih Riau, Perkuat Akses Pendidikan dan Ekonomi
-
Siapa Ali Larijani? Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran yang Diklaim Israel Telah Mereka Bunuh
-
Polri akan Luncurkan Fitur Lapor Kehilangan dan Kejahatan Lewat Aplikasi Super App
-
Prabowo Kantongi Data Intelijen Soal Pengamat, Idrus Marham: Kritik Harus Rasional dan Obyektif
-
Viral Teori Donald Trump Time Traveler! Sketsa 100 Tahun Picu Spekulasi Liar Netizen
-
Israel Klaim Tewaskan Ali Larijani, Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran