News / Nasional
Rabu, 18 Maret 2026 | 18:49 WIB
Menaker Yassierli. (Dok: Kemnaker)

Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya membangun hubungan industrial yang berkeadilan melalui momentum program mudik bersama mitra Warung Makan Indomie (Warmindo). Baginya, program ini bukan sekadar fasilitas pulang kampung, melainkan cerminan nyata bagaimana perusahaan dan mitra usaha dapat tumbuh secara kolektif.

Dalam kegiatan pelepasan 649 pemudik di Bekasi, Yassierli menempatkan peran negara tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai penguat ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif. Ia menilai, keterlibatan perusahaan dalam memperhatikan kesejahteraan mitra usaha merupakan praktik baik yang perlu diperluas di dunia industri.

“Program mudik bersama ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada para mitra usahanya, agar bisa terus tumbuh, maju bersama, dan merasakan manfaatnya bersama,” ujar Yassierli.

Menaker Yassierli menyempatkan diri bertemu para pemudik. (Dok: Kemnaker)

Menurutnya, hubungan industrial yang sehat harus melampaui relasi formal antara pekerja dan pengusaha. Mitra usaha, termasuk pelaku UMKM seperti Warmindo, perlu ditempatkan sebagai bagian dari rantai nilai yang setara. Dengan demikian, keberhasilan usaha tidak hanya dinikmati oleh perusahaan, tetapi juga dirasakan oleh seluruh pihak yang terlibat.

Yassierli menekankan bahwa nilai kebersamaan, kepedulian, dan kekeluargaan harus menjadi fondasi dalam praktik bisnis di Indonesia. Ia menyebut nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari karakter bangsa yang perlu terus dihidupkan dalam dunia kerja modern.

Kehadiran Kementerian Ketenagakerjaan dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang dinilai konsisten membangun kemitraan berkelanjutan. Program seperti ini, kata Yassierli, layak menjadi rujukan bagi perusahaan lain dalam memperkuat hubungan dengan mitra usaha.

Lebih lanjut, Yassierli menegaskan bahwa konsep “kemakmuran bersama” harus menjadi orientasi utama dalam menjalankan usaha. Ia mengingatkan bahwa hasil bisnis seharusnya didistribusikan secara adil agar seluruh pihak dapat merasakan manfaatnya.

“Mitra itu sukses kalau suksesnya bersama. Mitra itu makmur kalau makmurnya juga bersama,” tegasnya.

Di sisi lain, menjelang Lebaran, Yassierli juga memastikan komitmen pemerintah dalam mengawal pemenuhan hak pekerja, khususnya terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Ia menegaskan bahwa THR merupakan kewajiban perusahaan yang harus dibayarkan penuh dan tepat waktu.

Baca Juga: Apresiasi bagi Pekerja, Wamenaker Berangkatkan 295 Buruh dalam Program Mudik Gratis 2026

Kementerian Ketenagakerjaan, lanjutnya, telah membuka Posko THR di pusat maupun daerah untuk menampung dan menindaklanjuti setiap aduan pekerja. Pengawasan ini dilakukan guna memastikan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi yang berlaku.

“Setiap aduan kami tindak lanjuti oleh para pengawas ketenagakerjaan,” ujarnya.

Dengan penegasan tersebut, Yassierli ingin memastikan bahwa keseimbangan antara dorongan praktik bisnis yang inklusif dan penegakan aturan ketenagakerjaan tetap terjaga. Program mudik bersama Warmindo pun menjadi lebih dari sekadar kegiatan sosial, melainkan simbol arah kebijakan ketenagakerjaan yang menempatkan kesejahteraan bersama sebagai prioritas utama. ***

Load More