News / Internasional
Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:04 WIB
Iran menembakan dua rudal balistrik jarak menengah ke Pulau Diego Garcia di Samudera Hindia yang menjadi pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat pada Jumat (21/3/2026). [Google Maps]
Baca 10 detik
  • Iran menembakkan dua rudal balistik jarak menengah pada Jumat (20/3/2026) menuju pangkalan militer AS-Inggris di Diego Garcia.
  • Kedua rudal Iran tersebut gagal mencapai sasaran, meskipun satu dicegat oleh rudal pencegat Angkatan Laut Amerika Serikat.
  • Serangan ini mengindikasikan bahwa Iran mampu meluncurkan rudal dengan jangkauan jauh melebihi perkiraan sebelumnya.

Suara.com - Iran menembakan dua rudal balistrik jarak menengah ke Diego Garcia, pangkalan militer Amerika Serikat - Inggris di Kepulauan Chagos, Samudera Hindia pada Jumat (20/3/2026), demikian diwartakan Wall Street Journal.

Dua rudal balistik itu gagal mencapai targetnya, demikian disampaikan para petinggi Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Tetapi aksi Teheran ini menunjukkan bahwa Iran memiliki kemampuan untuk menyasar musuh-musuhnya di tempat yang jauh sekalipun.

Menurut para petinggi militer AS rudal balistik pertama Iran jatuh dalam penerbangan. Sementara rudal kedua berhasil ditembaki oleh rudal pencegat milik Angkatan Laut Amerika Serikat dari sebuah kapal perang.

Sekali lagi, serangan itu menunjukkan Iran memiliki rudal-rudal dengan daya jelajah yang cukup jauh dari yang diketahui sebelumnya.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan negaranya hanya memiliki rudal balistik dengan jarak tempuh 2000 km saja. Iran, sejak perang dengan Israel dan Amerika Serikat pecah pada 28 Februari kemarin, menyasar Israel sebagai target yang paling jauh.

Adapun jarak antara Iran dengan Diego Garcia diperkirakan sekitar 4000 km. Pulau itu merupakan markas pesawat pengebom canggih Amerika Serikat antara lain B-2 Stealth Bombers dan B-52H Stratofortresses. Pulau itu juga dijaga oleh sejumlah pesawat tempur seperti F-16 dan F-15.

Load More