-
Israel hancurkan jembatan strategis Qasmiyeh di Lebanon untuk memutus jalur logistik Hizbullah.
-
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengutuk keras serangan infrastruktur sebagai persiapan invasi darat.
-
Eskalasi kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat mengakibatkan pembakaran properti warga Palestina.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya empat nyawa melayang dalam dua gelombang serangan terakhir di selatan.
Selama tiga minggu masa konflik, otoritas setempat mencatat total kematian telah mencapai 1.029 orang.
Kondisi ini semakin diperparah dengan jumlah pengungsi yang kini telah melampaui angka satu juta jiwa.
Di pihak Israel, serangan roket dari arah Lebanon dilaporkan telah menewaskan satu warga sipil pekan ini.
Dua personel tentara IDF sebelumnya juga dinyatakan gugur dalam operasi militer yang berlangsung di wilayah perbatasan.
Ketegangan tidak hanya terjadi di Lebanon, namun juga menjalar hebat ke wilayah pendudukan Tepi Barat.
Kelompok pemukim Israel dilaporkan melakukan aksi kekerasan sistematis terhadap penduduk sipil Palestina dan properti mereka.
Laporan dari kantor berita WAFA menyebutkan adanya pembakaran rumah dan kendaraan milik warga di desa Fandaqumiya.
Saksi mata menggambarkan situasi mengerikan saat gerombolan pemukim menyerbu pemukiman secara tiba-tiba pada Sabtu malam.
Baca Juga: Jarang Diekspos Media Barat, Berapa Korban dari Israel pada Serangan Balik Iran?
Warga yang mencoba mempertahankan tempat tinggal mereka justru berakhir dengan luka-luka akibat serangan fisik.
Pihak militer Israel (IDF) mengonfirmasi adanya keterlibatan warga sipil mereka dalam aksi kerusuhan di desa-desa Palestina.
Melalui keterangan resminya, IDF mengklaim telah mengerahkan polisi perbatasan untuk meredam situasi yang tidak terkendali tersebut.
"Tadi malam, pasukan IDF dan polisi perbatasan dikerahkan ke beberapa desa Palestina menyusul laporan tentang warga sipil Israel yang melakukan tindakan pembakaran terhadap bangunan dan properti, serta terlibat dalam kerusuhan di daerah tersebut," demikian pernyataan IDF.
Pihak keamanan menyatakan tidak membenarkan tindakan anarkis yang dilakukan oleh kelompok pemukim di wilayah konflik.
"Pasukan keamanan mengutuk kekerasan dalam bentuk apa pun dan akan terus bertindak untuk menjaga keamanan penduduk dan ketertiban umum di daerah tersebut," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733
-
DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!
-
Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Masih Hilang, Tim SAR Berpacu dengan Waktu
-
ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan
-
Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi
-
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak
-
Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan
-
Fakta-fakta Pelarian Kiai Ashari Pati, Kabur ke Jakarta hingga Bogor dan Berakhir di Wonogiri